◐

Produk kerajinan Agam raup keuntungan Rp40 juta selama dua hari saat INACRAFT

Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenaga Kerjaan (Disperindagnaker) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat produk kerajinan daerah itu meraup keuntungan sekitar Rp40 juta selama dua hari pelaksanaan INACRAFT Oktober Vol 5 2026 digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Jakarta Pusat.

"Produk kerajinan yang ditampilkan berhasil membukukan keuntungan mencapai 40 juta rupiah dalam dua hari pelaksanaan pada 8-9 Oktober 202," kata Kepala Disperindagnaker Agam Budi Perwira Negara didampingi Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perindustrian Disperindagnaker Agam Eva Walni di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan produk yang ditampilkan berupa bahan baju sulaman, mukena, jilbab, selendang Koto Gadang, baju koko terawang, mukena bordir kerancang dan kerajinan tas rajutan.

Dari stand yang ada di lingkungan Sumbar, stand Agam banyak dilirik berbagai kalangan, baik pengunjung asing maupun masyarakat lokal Indonesia.

"Stand kita banyak dilirik pengunjung untuk membeli produk yang ditampilkan," katanya.

Ia mengakui tingginya perhatian pengunjung menjadi peluang bagi pelaku kerajinan Industri Kecil Menengah (IKM) Agam untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekhasan produk daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Ia berharap pada hari terakhir INACRAFT, produk-produk kerajinan yang dipamerkan semakin diminati dan mampu menembus pasar mancanegara.

“Semoga di hari terakhir INACRAFT ini, seluruh kerajinan kita bisa habis terjual dan semakin dikenal hingga ke mancanegara,” katanya.

Antusiasme terhadap produk kerajinan Agam juga terlihat dari kunjungan pejabat di salah satu kota di Jawa Tengah yang menyempatkan diri mengunjungi stand Agam sekaligus berbelanja produk kerajinan dengan total transaksi mencapai Rp5 juta.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk ketertarikan terhadap produk kerajinan yang ditampilkan Agam dalam pameran berskala nasional itu.

"Keikutsertaan Agam dalam INACRAFT tidak hanya mendorong peningkatan penjualan selama pameran, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi perajin lokal," katanya.