◐

Presiden minta proyek hilirisasi IWIP tetap jaga lingkungan - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta pengembangan proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk kualitas air dan udara serta pengelolaan limbah.

Presiden menyampaikan hal tersebut saat peluncuran program hilirisasi di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, yang dipantau secara daring dari Jakarta.

"Saya juga percaya saudara akan menjaga lingkungan, akan menjaga keselamatan, dan juga kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik," kata Prabowo.

Presiden mengatakan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan untuk kepentingan masa depan bangsa sehingga harus disertai dengan tanggung jawab.

Baca juga: Presiden Prabowo luncurkan ekspor perdana baterai EV dan 11 proyek di kawasan IWIP

Prabowo juga mengapresiasi manajemen perusahaan di kawasan IWIP, termasuk pembinaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

"Saya juga menyambut baik kepemimpinan manajemen dan rasa tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan di kawasan ini. Saya melihat pembinaan saudara-saudara terhadap rakyat di sekitar sini sangat baik, dan ini patut kita dukung dan patut kita teruskan," katanya.

Peluncuran program hilirisasi tersebut mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik, pengoperasian komersial empat proyek industri, serta dimulainya pembangunan tujuh proyek industri baru.

Secara keseluruhan, program hilirisasi yang diluncurkan tersebut memiliki nilai investasi 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.

Prabowo mengatakan pengembangan industri hilirisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal.

Menurut dia, sumber daya alam Indonesia harus diolah dan dikembangkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

"Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita," katanya.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial di kawasan tersebut adalah Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Sementara itu, tujuh proyek industri baru yang memasuki tahap peletakan batu pertama adalah Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.