Presiden instruksikan KSAL terjunkan 11 kapal cari 5 jurnalis - ANTARA News Bengkulu
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto sejak Senin (7/9) malam telah menginstruksikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk segera melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak.
Mereka hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya," kata Teddy.
Berdasarkan laporan KSAL, total terdapat 11 kapal gabungan yang langsung melakukan pencarian.
Sebelas kapal tersebut terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang 1-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.
Baca juga: Tim SAR lanjutkan pencarian jurnalis ke sisi utara Gunung Anak Krakatau
Seskab turut menyampaikan doa untuk keselamatan seluruh rombongan dan berharap mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.
Diketahui, lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9).
Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Sejak saat itu keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.
Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.