Presiden ingatkan anak muda pentingnya pelajari sejarah - ANTARA News Jawa Barat
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda untuk mempelajari sejarah agar memahami perjalanan bangsa Indonesia dan berbagai tantangan yang dihadapi sejak kemerdekaan.
"Saudara-saudara, terutama anak-anak muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Prabowo mengatakan pemahaman terhadap sejarah penting agar masyarakat mengetahui perjalanan Indonesia setelah memproklamasikan kemerdekaan dan memahami berbagai tantangan yang pernah dihadapi bangsa.
"Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan jadi korban," ujarnya.
Presiden kemudian mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti setelah Proklamasi 1945. Perjuangan tersebut berlanjut melalui perang selama lima tahun hingga Indonesia berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaannya.
"Tahun 45 kita proklamasikan kemerdekaan kita, tapi dilanjutkan perang. Perang 5 tahun. Perang 5 tahun berhasil kita rebut kemerdekaan kita," kata Prabowo.
Prabowo juga menyebut berbagai gangguan yang dialami Indonesia setelah kemerdekaan, antara lain Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Republik Maluku Selatan (RMS), Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Semesta (PRRI/Permesta), Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Paraku (PGRS/Paraku), dan Gerakan 30 September/PKI.
Presiden pun meminta masyarakat membuka kembali catatan sejarah untuk memahami berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan Indonesia sebagai bangsa.
"Bukalah sejarah kita. Kerusuhan-kerusuhan. Tiap kali kita di ambang take off, muncul ini, muncul itu," katanya.
Presiden menegaskan pemahaman sejarah bukan ditujukan untuk menumbuhkan kebencian terhadap bangsa lain, melainkan agar masyarakat memahami perjalanan Indonesia dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Saudara-saudara, tidak pernah saya mengajak kita untuk membenci bangsa lain. Tidak," ujarnya.
Prabowo menilai Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan mampu hidup rukun meski memiliki banyak suku, agama, bahasa daerah, dan adat yang berbeda.
"Kita ditakdirkan lahir sebagai bangsa majemuk. Banyak suku yang berbeda-beda, banyak agama yang berbeda-beda, banyak bahasa daerah, banyak adat daerah, tapi ternyata kita bisa rukun," kata Presiden.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo ingatkan anak muda pentingnya belajar sejarah
Pewarta: Fathur Rochman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.