Prabowo Gaspol PLTS 100 GWp, RI Bidik Hemat Devisa US$4,5 Miliar per Tahun
Selasa, 25 Agustus 2026, 15:49 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar. Pemerintah menargetkan kapasitas PLTS nasional mencapai 100 gigawatt peak (GWp) dan seluruh program tersebut rampung pada 2029.
Peluncuran sekaligus groundbreaking program tersebut dijadwalkan berlangsung di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Pemerintah melihat pengembangan energi surya sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden telah memberikan instruksi agar pembangunan PLTS tersebut dipercepat.
Selain menekan biaya produksi listrik, proyek ini diperkirakan memberikan dampak besar terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah memperkirakan kebutuhan impor BBM dapat berkurang sekitar 7,6 miliar liter setiap tahun.
Penghematan devisa dari penurunan impor tersebut diproyeksikan mencapai sekitar US$4,5 miliar per tahun.
Di sisi lain, pembangunan PLTS 100 GWp diperkirakan mampu menekan biaya listrik hingga Rp73,9 triliun setiap tahun melalui penurunan biaya pokok produksi.
Dari aspek lingkungan, program ini juga diproyeksikan menghasilkan pengurangan emisi karbon dioksida secara kumulatif hingga 2030 sebesar lebih dari 97 juta ton CO2.
Potensi Surya RI Tembus 3.294 GWp
Ambisi pemerintah membangun PLTS hingga 100 GWp ditopang oleh potensi energi surya Indonesia yang masih sangat besar.
Berdasarkan data Kementerian Sekretariat Negara, potensi energi surya nasional mencapai 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,494 GWp.
Artinya, kapasitas yang dimanfaatkan saat ini masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi yang tersedia.
Untuk mengejar target 100 GWp, pemerintah membaginya ke dalam beberapa tahapan. Tahap pertama pada periode 2025-2026 ditargetkan mencapai 17 GWp.
Baca Juga: Wamen ESDM: Potensi EBT 3.680 GW, Baru Tergarap 0,4 Persen
Kemudian, tahap kedua pada 2026-2027 ditargetkan sebesar 18 GWp dan tahap ketiga pada 2027-2028 mencapai 35 GWp. Sementara sisa kapasitas 30 GWp akan ditentukan pada tahap berikutnya.
Khusus tahun ini, pemerintah membidik pembangunan PLTS sebesar 30 GWp. Pada saat bersamaan, pemerintah menargetkan penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas total 13 GW.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menggeser sumber pembangkitan listrik dari energi fosil menuju energi terbarukan.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman