Potret Rumah Konglo Migas Diserbu Massa Bertopeng, Tegas Teriakan Ini
Demonstran Argentina menggelar aksi di depan rumah pengusaha Peter Thiel, memprotes investasinya di sektor minyak, gas, dan shale oil Argentina.
Para pengunjuk rasa di Argentina berkumpul di depan rumah mewah milik investor teknologi Peter Thiel di Buenos Aires pada Sabtu waktu setempat. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Mereka berdemo untuk menyuarakan penolakan terhadap kiprah sang miliuner yang kian berkembang di sektor minyak, gas, dan minyak serpih (shale oil) negara tersebut. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Pada bulan Agustus 2026, melalui Thiel Macro- sebuah dana lindung nilai (hedge fund)-, Thiel mengungkapkan investasi formal pertamanya di Argentina. Ia akan menguasai saham sebesar hampir 1% di Vista Energy. Vista Energy adalah perusahaan energi yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak, gas, serta minyak serpih, dan memiliki lebih dari 1.100 lokasi pengembangan di wilayah Vaca Muerta, Argentina. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Para pengunjuk rasa mengaitkan kehadiran Thiel di negara tersebut dengan sejumlah inisiatif dan rancangan undang-undang yang didukung oleh pemerintahan Presiden Javier Milei, yang selama ini banyak ditentang warga, terutama karena pengeboran energi fossil di pegunungan. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Salah satunya Undang-Undang Gletser (Glacier Law) yang krusial, yang melonggarkan pembatasan terhadap kegiatan industri dan pertambangan tertentu di wilayah pegunungan. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Demo ini bukan pertama. Protes serupa sempat dilakukan awal Agustus menentang rancangan undang-undang pemerintah yang bertujuan menghapus batasan kepemilikan asing atas lahan pedesaan Argentina. (REUTERS/Tomas Cuesta)
Bukan hanya itu, rancangan undang-undang lainnya yaitu "Super RIGI"- sebuah inisiatif untuk menarik investasi bernilai lebih dari US$1 miliar- juga dibuat pemerintah untuk mendatangkan modal ke industri berteknologi tinggi. RUU tersebut telah disetujui oleh majelis rendah dan kini menunggu pembahasan di Senat. Ini juga menimbulkan protes massa pecinta lingkungan.(REUTERS/Tomas Cuesta)