Polres Indramayu mendukung penanaman jagung 64,5 hektare pada 2026 - ANTARA News Jawa Barat
Indramayu (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat mendukung realisasi program penanaman jagung di daerah tersebut pada lahan seluas 64,5 hektare sepanjang Januari-September 2026 dengan hasil produksi mencapai 437,226 ton.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. di Indramayu, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kontribusi kepolisian dalam mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.
“Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” katanya.
Pada kuartal ketiga tahun ini, kata dia, penanaman jagung dipusatkan di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Indramayu dengan sasaran lahan seluas 34 hektare, dan 20 hektare di antaranya telah ditanami.
Ia menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penanaman jagung serentak di Jawa Barat dengan total luasan 134 hektare.
Prianggo mengatakan pengembangan jagung dilakukan bersama pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, TNI, dan pihak terkait untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif.
“Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya pun menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani berupa satu unit mesin pemipil jagung, 300 kilogram benih jagung, dan enam ton pupuk.
Sementara itu, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Fadly Samad mengatakan kepolisian membantu menghubungkan kebutuhan petani dengan instansi terkait, mulai dari pemanfaatan lahan hingga pemasaran hasil panen.
“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” katanya.
Menurut dia, pendampingan dilakukan melalui pemetaan lahan, akses permodalan, penyediaan pupuk dan benih, pendampingan penyuluh pertanian, serta penyiapan akses pasar.
Ia mengatakan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, dapat dipetakan untuk komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk jagung.
Pihaknya mendata penanaman di Mekarwaru ditargetkan menghasilkan panen dalam tiga sampai empat bulan, dengan produktivitas minimal lima ton per hektare.
“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” ujar dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.