Pemkot bidik 10 sekolah di Palmerah jadi percontohan pemilahan sampah

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat membidik 10 sekolah dasar di wilayah Palmerah selaku peserta program Green Guardians agar dapat menjadi percontohan kegiatan pemilahan sampah bagi sekolah lainnya.

Sekolah-sekolah tersebut, yaitu SDN Kemanggisan 10, SDN Palmerah 09 Pagi, SDN Palmerah 25 Pagi, SDN Palmerah 19 Pagi, SDN Jati Pulo 07 pagi, SDN Kota Bambu 03 Pagi, SDN Palmerah 23 Pagi, SDN Palmerah 01 Pagi, SDN Jati Pulo 08 Pagi, dan SDN Kemanggisan 14 pagi.

"Sekolah-sekolah ini diharapkan jadi percontohan program pemilahan sampah untuk tingkat sekolah," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, program Green Guardians besutan Yayasan Bakti Barito itu sejalan dengan program nasional Adiwiyata, yang bertujuan mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan.

"Kalau kita bicara sekarang Adiwiyata memang sudah menjadi program unggulan, tetapi ketika diintervensi dengan kerja sama dengan pengusaha di antaranya, Bakti Barito, kita akan lebih terlihat optimal," ujar Iin.

Baca juga: Hutan Kota Srengseng Jakbar disasar jadi percontohan pilah sampah

Dia mengatakan optimalisasi program Adiwiyata membutuhkan banyak intervensi, termasuk dari pihak swasta.

"Karena butuh banyak intervensi, tidak hanya dari sisi standarisasi, dari teman-teman LH (Lingkungan Hidup) maupun dari Dinas Pendidikan," tutur Iin.

Lebih jauh, pihaknya juga menaruh harapan besar agar generasi penerus Jakarta Barat dapat menjadi pelopor perubahan.

"Saya berharap generasi ini, generasi emas ke depan 2045, muncul dari Jakarta Barat. Bismillah, dan kita semua yang hadir di sini punya tanggung jawab, punya kerja sama yang harus kita kuatkan," ungkap Iin.

Dia menilai para siswa memiliki keunggulan dalam menjangkau informasi melalui media digital.

"Anak-anak kita itu yang tadi tampil usianya jauh di bawah kita, tapi mereka jangkauan medianya di luar kita mungkin, karena mereka bisa berteman dengan siapapun di dunia ini dengan sangat mudah. Generasi teknologi mereka ini lebih kuat," kata Iin.

Baca juga: SDN Sukabumi Selatan 06 Jakbar terapkan kawasan "zero waste"

Oleh karena itu, dia meminta para kepala sekolah agar membekali siswa dengan literasi digital yang bijak agar pesan kebaikan terkait lingkungan dapat tersebar luas.

"Sehingga mereka punya kesempatan menyampaikan berita, informasi tentang pilah sampah di sekolah ini ke manapun dengan cepat, dengan tepat. Untuk itu, saya ingin para kepala sekolah memberikan literasi digital sebijak dan sebaik mungkin, sehingga mereka bisa menguatkan informasi ini ke semua lini," pungkas Iin.

Dia menambahkan beberapa sekolah di tujuh kecamatan lain di wilayah Jakarta Barat juga akan dipilih untuk menjadi percontohan pemilahan sampah.

"Sedang saya koordinasikan dengan Sudindik (Suku Dinas Pendidikan) soal sekolahnya. Ada opsi untuk menjadi 10 persen dari sekolah-sekolah wilayah Jakarta Barat jadi percontohan kegiatan pemilahan sampah. Masih kita kaji lagi," imbuh Iin.

Baca juga: Jakbar dukung program "PLN Circular Waste Initiative" di Kembangan

Baca juga: Pemkot Jakbar fokus penanganan sampah kawasan permukiman

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.