Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Syarat Tes Kesehatan untuk Bertemu Anak, Kuasa Hukum: Kenapa Baru Sekarang?
Baca Juga: Batal Jual Aset demi Lunasi Rp3,5 Miliar, Ruben Onsu Enggan Menyalahkan Pihak Manapun
Keheranan tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Tiffani Setiawaty. Ia menilai persyaratan tersebut terkesan mendadak dan tidak pernah ada sebelumnya.
"Ya silakan tanyakan kepada pihaknya SW, mengapa syarat itu baru diajukan sekarang. Apa perbedaannya dulu sama sekarang? Sama aja, kan? Kenapa syarat itu baru diajukan sekarang?" ujar Tiffani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Tiffani membandingkan situasi saat ini dengan momen ketika Ruben hendak melangsungkan ibadah umrah. Kala itu, proses pertemuan antara Ruben dan anak-anak berjalan tanpa batasan atau aturan semacam itu.
"Kalau memang ada syarat, pada waktu Ruben mau berangkat umrah, langsung disodorkan saja kepada si Ruben, anak-anak. Apakah ada syarat saat itu? Kan enggak ada," tuturnya.
Baca Juga: Diserang Isu Utang dan Status Tersangka, Pihak Ruben Onsu: Masih Layak Dapat Hak Asuh Anak
Tak hanya itu, pihak Ruben juga menepis klaim yang menyebut presenter kawakan tersebut berada dalam pengawasan konsumsi obat-obatan.
Tiffani mempertanyakan dasar munculnya tuduhan tersebut ke publik.
"Dari mana dia tahu bahwa ada minum obat, pengawasan minum obat, ada minum obat atau tidak minum obat, dari mana tahu?" kata Tiffani.
Ia menegaskan bahwa kondisi kesehatan sama sekali tidak mengurangi peran maupun hak hukum seorang ayah terhadap anak-anaknya.
"Hak ayah tetap tidak berubah, hak ibu tetap tidak berubah terhadap anak-anaknya," tegasnya.
Menanggapi kabar adanya perbedaan pada dokumen hasil pemeriksaan kesehatan, Tiffani memilih menyerahkan penilaian penuh kepada ahli yang berwenang di persidangan.
"Itu kan nanti kan ada ahli untuk bisa menjelaskan hal itu," ucapnya.
Menurut Tiffani, poin tersebut sudah masuk ke dalam pokok perkara persidangan. Pihaknya memegang bukti resmi mengenai kondisi kesehatan Ruben.
"Yang pasti dari hasil klien kami adalah sudah ditunjukkan pada waktu yang lalu yaitu non-reaktif. Itulah yang kami dapat dari klien kami," ungkapnya.
Di sisi lain, Tiffani membantah kabar yang menyebut Ruben sepenuhnya dihalangi bertemu anak-anak akibat belum menjalani tes tersebut.
"Nah itu tidak pas," terangnya.
Ia tetap meyakini tidak ada regulasi formal yang mewajibkan tes kesehatan hanya untuk sekadar bertemu buah hati.
"Kenapa persyaratan itu baru sekarang? Kenapa gak dari dulu persyaratan itu ada kalau memang ya, kalau memang itu memang ada keharusan itu," lanjut Tiffani.
Selain persoalan akses bertemu anak, persidangan juga menyoroti masalah finansial.
Pihak Ruben Onsu mendorong digelarnya audit atas klaim pengeluaran pemeliharaan dan pendidikan anak yang dilayangkan pihak Sarwendah.
"Jadi apa yang mereka klaim gitu kan, apa yang mereka keluarkan ya sebagai pengeluaran, apakah betul itu adalahhh pengeluaran terkait dengan pemeliharaan dan pendidikan anak-anak? Itu yang harus dibuktikan oleh mereka," jelas Tiffani.
Terkait tuduhan bahwa Ruben belum membayar nafkah anak dan biaya sekolah selama delapan bulan, Tiffani menegaskan bahwa kliennya hanya meminta transparansi berupa rincian serta bukti transaksi yang sah.
"Ya mana, itulah makanya klien kami kan selalu meminta perinciannya. Perinciannya mana?" tanyanya.