PFI Pontianak tekankan keselamatan pewarta liput bencana - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Pewarta Foto Indonesia Pontianak menekankan pentingnya keselamatan, kesiapan fisik, dan pelatihan khusus bagi jurnalis dalam menghadapi risiko saat meliput bencana alam.
"Safety kita sendiri itu penting dalam peliputan. Untuk meliput tempat-tempat yang mengandung bahaya, harus ada pelatihan dulu," kata Pewarta Foto kantor berita Internasional Willy Kurniawan saat mengisi acara dalam kegiatan sharing session bertajuk "Di Balik Lensa Bencana Alam" yang digelar PFI Pontianak di Everyone Cafe, Pontianak, Selasa malam.
Pada kegiatan tersebut Willy Kurniawan yang membagikan pengalaman selama meliput berbagai peristiwa, termasuk evakuasi Orangutan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Willy mengatakan pewarta foto harus selalu siap menghadapi peristiwa yang tidak dapat diprediksi dengan membawa perlengkapan kerja, terutama kamera, saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Saya selalu membawa kamera ke mana-mana karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," katanya.
Dalam peliputan karhutla di Ketapang, ia mendokumentasikan berbagai kondisi, mulai dari lahan terbakar, aktivitas masyarakat, satwa terdampak kabut asap, hingga upaya pemadaman api.
Menurut Willy, peliputan di lokasi berbahaya membutuhkan kesiapan dan kemampuan khusus karena keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas sebelum menjalankan tugas jurnalistik.
Di tempat yang sama, Ketua PFI Pontianak Jessica Helena Wuysang mengatakan pewarta foto harus memahami objek dan kondisi lapangan sebelum melakukan peliputan serta memastikan kesehatan dalam keadaan prima.
Menurut dia, kesiapan perlengkapan pelindung diri juga menjadi bagian penting, khususnya ketika meliput kebakaran lahan yang memiliki risiko paparan asap dan kondisi medan yang berat.
"Seperti meliput kebakaran lahan, pewarta foto harus menyiapkan masker, kacamata, dan sepatu boots yang akan digunakan selama meliput," kata Jessica.
Pewarta Foto LKBN Antara biro Kalbar tersebut menambahkan kemampuan mendapatkan momentum terbaik dalam fotografi jurnalistik tidak memiliki metode baku dan hanya dapat diasah melalui pengalaman serta jam terbang selama menjalankan profesi.
"Semua harus melewati pengalaman panjang," katanya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.