PERURI dorong penguatan keamanan siber terintegrasi dalam proses kerja

Jakarta (ANTARA) - PERURI mendorong penguatan keamanan siber melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek keamanan ke dalam proses kerja, teknologi, dan tata kelola organisasi.

Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi mengatakan peningkatan kesadaran pekerja terhadap keamanan siber tidak cukup jika tidak didukung oleh infrastruktur, perangkat, dan platform yang memadai.

“Kalau kita berikan kesadaran tapi tidak kita sediakan alat dan platform, kesadarannya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan kesadaran, namun juga kita siapkan kerangka krja dan platform yang sesuai dan mendukung kesadaran tersebut,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut Edwin, penguatan keamanan siber juga perlu diterapkan sejak tahap awal pengembangan sistem melalui prinsip keamanan sejak perancangan atau security by design.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar sistem tetap memiliki lapisan perlindungan ketika pekerja menghadapi kondisi mendesak atau ketika terjadi kesalahan dalam menjalankan prosedur.

Ia mengatakan di internal PERURI, setiap pekerja digital maupun mitra yang akan memperoleh akses ke sistem harus menjalani proses pengenalan awal, menandatangani Pakta Integritas, serta melalui analisis risiko.

Akses terhadap sistem kemudian diberikan secara terbatas sesuai dengan peran dan tingkat risiko masing-masing.

Selain itu, lanjutnya, setiap sistem harus melalui sejumlah tahap pengujian, mulai dari pengujian kualitas, pengujian fungsi, hingga pengujian keamanan sebelum digunakan dalam kegiatan operasional.

PERURI juga mulai memanfaatkan akal imitasi (AI) serta teknologi Large Risk Model (LRM) untuk membantu mendeteksi dan memprediksi potensi celah keamanan pada kode pemrograman.

Pemanfaatan teknologi tersebut ditujukan untuk mengantisipasi risiko yang berasal dari faktor manusia maupun kesalahan prosedur di tengah tingginya dinamika pekerjaan.

Edwin menilai penguatan keamanan siber perlu dilakukan melalui kombinasi pemahaman pekerja, pemanfaatan teknologi, serta tata proses yang terintegrasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap teknologi, data, proses, dan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital yang aman dan berkelanjutan, ujar dia.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.