Pertamina RU Cilacap perkuat pemberdayaan disabilitas melalui bio leather

Pertamina RU Cilacap perkuat pemberdayaan disabilitas melalui bio leather

Kamis, 30 Juli 2026 21:04 WIB

Image Print

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina RU Cilacap Agustiawan dalam pelatihan pembuatan bio leather berbahan kulit pisang bagi penyandang disabilitas di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). ANTARA/HO-Kilang CIlacap

Ini sejalan dengan semangat kami untuk tidak hanya menjadi perusahaan energi, juga menyebarluaskan energi positif bagi masyarakat seluas-luasnya

Cilacap (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan pembuatan bio leather berbahan kulit pisang guna meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, serta mendukung ekonomi sirkular di Kabupaten Cilacap.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Cilacap, Senin (27/7), diikuti 20 peserta yang didominasi penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Kegiatan dalam program Disabilitas Berkarya & Berdaya (Diskara) itu digelar bekerja sama dengan Yayasan Dipa Mandiri Nusantara sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi peserta.

Bio leather merupakan material alternatif pengganti kulit hewan yang dibuat dari bahan biologis terbarukan, seperti limbah tumbuhan. Selain ramah lingkungan karena dapat terurai secara alami, material tersebut juga mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah.

Dalam pelatihan itu, peserta mempelajari seluruh tahapan pembuatan bio leather, mulai dari pengolahan kulit pisang hingga menjadi lembaran material yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan, seperti gantungan kunci dan aksesori lainnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina RU Cilacap Agustiawan mengharapkan pelatihan tersebut mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri para penyandang disabilitas.

"Kami yang justru banyak belajar dari semangat bapak ibu yang luar biasa. Dengan segala kelebihan yang dianugerahkan Tuhan, tidak menghalangi semangat untuk terus meningkatkan keterampilan," katanya.

Ia mengatakan pemanfaatan kulit pisang menjadi bio leather juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan karena limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

"Ini sejalan dengan semangat kami untuk tidak hanya menjadi perusahaan energi, juga menyebarluaskan energi positif bagi masyarakat seluas-luasnya, termasuk kelompok disabilitas," katanya.

Pembina Yayasan Dipa Mandiri Nusantara Kania Kendarsyah mengatakan dukungan yang diberikan Pertamina RU Cilacap telah membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kemandirian.

"Pertamina memberikan dukungan yang luar biasa. Kehadiran Pertamina membuka lebih banyak kesempatan, menumbuhkan harapan, sekaligus membangun kepercayaan bahwa setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Kami berharap keterampilan membuat bio leather ini dapat menjadi bekal usaha berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan perekonomian para peserta," katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dipa Mandiri Nusantara Sugeng Paijo memandu langsung pelatihan dengan memperagakan setiap tahapan pembuatan bio leather, mulai dari proses pengolahan kulit pisang hingga menjadi lembaran material yang siap diolah menjadi berbagai produk bernilai jual.

Melalui program Diskara, Pertamina RU Cilacap berupaya menghadirkan program tanggung jawab sosial yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui peningkatan keterampilan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengembangan produk bernilai tambah.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.