KPR Subsidi 5 Persen, Tenor hingga 40 Tahun, Begini Skema Barunya

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan akad massal 62.710 unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Batang, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Giliran Brebes Dapat Tambahan Kuota BSPS 763 Unit

Maruarar mengatakan pemerintah sengaja mempertahankan bunga KPR subsidi tetap rendah meski suku bunga acuan Bank Indonesia berada pada level yang lebih tinggi.

"Suku bunga rumah subsidi tetap 5,0 persen meskipun BI Rate sudah 5,75 persen. Kemudian DP hanya satu persen dan sudah termasuk asuransi," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, kombinasi bunga rendah, uang muka ringan, dan tenor panjang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah.

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun melalui kolaborasi BP Tapera, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Maruarar mengatakan kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar bagi masyarakat dalam menentukan besaran cicilan sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Di sisi lain, pemerintah juga melanjutkan berbagai insentif sektor perumahan, mulai dari pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), penggratisan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Presiden Prabowo menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah layak bagi masyarakat.

Baca Juga: Ada 746 Ribu RTHL, Pemerintah Genjot BSPS di Bogor

"Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Untuk itu, kita bekerja keras dengan berbagai program dan kita terus merencanakan serta memikirkan cara-cara terbaik untuk melipatgandakan jumlah rumah yang bisa dinikmati oleh rakyat kita," kata Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Presiden meresmikan akad massal 62.710 unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan yang dilaksanakan serentak di 36 provinsi dengan nilai pembiayaan mencapai Rp880 miliar.

"Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini, Kamis 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi menyatakan akad massal 62.000 unit KPR dimulai," ujarnya.

Maruarar juga mengungkapkan penyaluran FLPP pada masa pemerintahan Presiden Prabowo mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah program tersebut.

"Selama 15 tahun dari 2010 sampai 2025, baru pada saat Bapak Presiden Prabowo menjadi yang tertinggi. Sebelumnya tahun 2023 sebanyak 228 ribu unit, sedangkan tahun 2025 menjadi 278 ribu unit, tertinggi sepanjang sejarah," katanya.

Dalam dialog virtual, salah satu penerima manfaat, Sarah, pedagang kios kelontong berusia 23 tahun asal Banda Aceh, mengatakan program KPR subsidi menjadi jalan baginya untuk memiliki rumah pertama.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden. Berkat program KPR Sejahtera FLPP, kami generasi Z bisa memiliki rumah impian. Semoga Bapak selalu diberi keberkahan dan kesehatan," ujarnya.

Sebelum menghadiri prosesi akad, Presiden turut meninjau dua rumah subsidi yang telah dihuni warga di Perumahan Puri Delta City Side sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peresmian akad massal tersebut.