Perhutani dukung ketahanan energi lewat pembangunan pabrik biomassa
Lembang, Jawa Barat (ANTARA) - Direktur Operasi Perum Perhutani Wawan Tri Wibowo menyatakan dukungan perusahaan terhadap ketahanan energi melalui pembangunan tiga pabrik biomassa yang berlokasi di Sukabumi, Rembang, dan Brumbung.
“Perhutani saat ini sedang mencoba membangun pabrik biomassa. Ada di Sukabumi, Rembang, dan Brumbung, ke depan. Untuk jangka panjang,” ujar Wawan ketika dijumpai dalam acara temu media di Lembang, Jawa Barat, Kamis.
Berdasarkan paparannya, pabrik biomassa di Sukabumi, Jawa Barat, dan Rembang, Jawa Tengah, akan menghasilkan produk sawdust atau serbuk kayu, sementara di Brumbung, Jawa Tengah, akan menghasilkan produk wood pellet atau pelet kayu.
Selain pembangunan pabrik biomassa, Wawan juga menjelaskan dukungan Perhutani terhadap ketahanan energi Indonesia juga diwujudkan melalui penanaman tanaman biomassa seluas 11.158 hektare (ha) dengan rincian 6.962 ha untuk tanaman gamal, serta 4.196 ha untuk tanaman kaliandra.
“Perhutani itu berkomitmen untuk mendukung energi baru terbarukan. Kami pernah menanam biomassa yang digunakan untuk energi ke depan, ini sudah 11 ribu hektare,” ujar dia.
Adapun yang menjadi tantangan dalam pengembangan biomassa, sebagaimana yang disorot oleh Wawan, yakni keberlanjutan bahan baku, aksesibilitas dan transportasi, kelayakan usaha, serta dukungan regulasi.
Ia mengatakan yang menjadi permasalahan saat ini adalah memastikan akses dan biaya transportasi yang harus murah. Selain itu, dukungan regulasi juga dibutuhkan sehingga biomassa menjadi lebih menarik bagi masyarakat.
“Tanpa dukungan regulasi, kelihatannya tidak memungkinkan. Insentif pajak, misalkan siapa yang menggunakan EBT dapat insentif pajak, itu mungkin akan menjadi menarik,” kata Wawan.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan penyerapan 10 juta ton biomassa pada 2030 sebagai upaya mendorong bioenergi menjadi pilar ketahanan energi nasional.
Pencapaian target tersebut diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi hampir Rp4 triliun dan menurunkan emisi hingga 11 juta ton karbon ekuivalen. Pada 2025, PLN hanya menyerap 2,35 juta ton biomassa untuk kebutuhan pembangkit.
Sementara, ekspor biomassa sudah mencapai sekitar 8,5 juta ton dan sisanya oleh sektor industri.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.