◐

Penyaluran UMI di Kalbar hingga Agustus 2026 capai Rp87,92 miliar - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Barat hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp87,92 miliar kepada 15.369 debitur dengan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima pembiayaan terbesar.

"Pembiayaan UMi tersebut disalurkan untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat, terutama pelaku usaha skala mikro," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Barat Triyanto di Pontianak, Jumat,

Berdasarkan data penyaluran UMi, sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi pembiayaan dengan nilai Rp80,99 miliar yang disalurkan kepada 14.735 debitur.

Besarnya penyaluran pada sektor tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan masih menjadi salah satu bidang utama yang memanfaatkan pembiayaan UMi untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha masyarakat.

Selain perdagangan, pembiayaan juga mengalir ke sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp4,71 miliar kepada 398 debitur. Selanjutnya, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan minuman memperoleh Rp820 juta untuk 125 debitur, industri pengolahan Rp590 juta bagi 77 debitur, serta jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya Rp650 juta bagi 14 debitur.

Sementara itu, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial menerima Rp90 juta, perikanan Rp50 juta, real estat, usaha persewaan dan jasa perusahaan Rp10 juta, transportasi, pergudangan dan komunikasi Rp10 juta, serta konstruksi Rp10 juta.

Dari sisi wilayah, Kota Pontianak menjadi daerah dengan penyaluran UMi terbesar, yakni Rp11,97 miliar kepada 2.196 debitur atau sekitar 13,62 persen dari total penyaluran Kalimantan Barat.

Kabupaten Mempawah berada berikutnya dengan penyaluran Rp10,66 miliar kepada 1.850 debitur, disusul Kabupaten Kubu Raya Rp10,56 miliar untuk 1.938 debitur dan Kabupaten Landak Rp10,30 miliar kepada 1.700 debitur.

Kabupaten Sambas mencatat penyaluran Rp9,78 miliar kepada 1.681 debitur, sedangkan Kabupaten Sintang dan Sanggau masing-masing mencapai Rp6,52 miliar.

"Pembiayaan UMi menjadi salah satu instrumen pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan permodalan untuk menjalankan maupun mengembangkan usaha produktif," tutupnya.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.