◐

Penipuan Digital Bermodus Aplikasi Palsu Incar Layanan Perbankan

Jakarta -

Fenomena penipuan digital dengan modus menyebarkan aplikasi palsu--seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD) fiktif--kian mengancam masyarakat Indonesia.

Pelaku memancing korban mengunduh aplikasi bodong tersebut untuk kemudian mengambil alih akun perbankan melalui fitur perekaman layar (screen-sharing) dan pengoperasian jarak jauh.

Merespons ancaman yang kian meresahkan ini, PT Krom Bank Indonesia Tbk menjalin kemitraan dengan platform fraud intelligence global, SHIELD, untuk memasang benteng pertahanan canggih guna memutus rantai penipuan berbasis pengambilalihan akun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Modus Jebakan Aplikasi IKD Palsu dan Deepfake AI

Serangan kejahatan siber yang menyasar nasabah bank digital kini berjalan makin rapi dan terkoordinasi melalui berbagai saluran digital:

Sistem Penangkal Screen-Sharing Hingga 100%

Untuk membendung taktik rekayasa sosial (social engineering) tersebut, Krom Bank mengintegrasikan solusi Device-First Fraud Intelligence milik SHIELD yang mampu memantau perilaku perangkat secara real-time di sepanjang sesi transaksi nasabah.

Penerapan teknologi ini mencatatkan hasil signifikan dalam menangkal penipuan:

Perlindungan Dinamis Tanpa Mengganggu Nasabah

Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, menegaskan bahwa sistem pengamanan aplikasi biasa yang bersifat statis (app hardening) sudah tidak memadai untuk menahan gempuran kejahatan siber modern.

"Seiring dengan semakin canggihnya teknologi fraud berbasis AI yang dihadapi Krom Bank, kami melihat bahwa solusi app hardening statis saja tidak cukup. SHIELD hadir sebagai lapisan pertahanan yang cukup penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh, sehingga Krom Bank dapat mendeteksi dan menghentikan berbagai teknologi fraud yang semakin canggih dari awal tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna," jelas Tan Alie.

Founder & CEO SHIELD, Justin Lie, menambahkan bahwa penipuan digital saat ini berkembang secara perlahan di latar belakang perangkat korban.

"Fraud modern tidak terjadi dalam sekejap. Ia berkembang sepanjang sesi berlangsung, sering kali memanfaatkan berbagai tools canggih yang dirancang agar tetap tersembunyi. SHIELD memberikan kemampuan bagi bank seperti Krom Bank untuk mengidentifikasi setiap perangkat dan mendeteksi setiap tools berbahaya secara real-time," ungkap Justin Lie, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Melalui lapisan keamanan baru ini, nasabah bank digital dapat bertransaksi dengan tenang tanpa perlu khawatir akunnya diintai oleh aplikasi palsu maupun sindikat kejahatan siber.

(asj/asj)

TAGS

LIHAT LAINNYA