Pengamat: langkah cepat Polri tangani gempa NTT cerminkan semangat Astacita - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dan hukum senior Boni Hargens menilai langkah cepat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencerminkan semangat Astacita.

"Ini merupakan anima dasar pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan kesejahteraan dan keselamatan rakyat sebagai inti dari setiap kebijakan negara," tutur Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan respons cepat dan kehadiran langsung Kapolri di lapangan tidak hanya bermakna bagi korban bencana di NTT, tetapi juga memiliki dampak institusional yang signifikan.

Kapolri dan jajarannya, kata dia, selalu hadir terdepan dalam membantu masyarakat yang terkena bencana alam.

Boni menuturkan bantuan untuk korban gempa bumi di Flores itu juga sering dilakukan Kapolri dan jajarannya dalam bencana di daerah lain sebelumnya ,seperti banjir bandang yang melanda Sumatera beberapa waktu lalu.

Maka dari itu, dia menyebut respons Polri terhadap gempa bumi NTT merupakan bagian dari pola konsistensi yang telah ditunjukkan sebelumnya, termasuk penanganan banjir bandang di Sumatera.

"Hal ini menegaskan komitmen kemanusiaan Polri bukan bersifat insidental, melainkan kelembagaan dan sistemik," ungkapnya.

Boni pun menyebut signifikansi dari sinergi antara Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana NTT sebagai model koordinasi kebencanaan nasional yang patut dijadikan acuan untuk penanganan darurat di masa mendatang.

Dengan demikian, ia memberikan apresiasi mendalam atas komitmen kemanusiaan yang ditunjukkan Kapolri beserta seluruh jajaran Polri.

Menurut dia, langkah Kapolri dengan sendirinya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penguatan citra institusi Polri dalam persepsi publik di Indonesia.

"Kehadiran nyata di lapangan bencana membangun kepercayaan publik yang otentik dan berkelanjutan," kata Boni.

Adapun Polri memastikan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kepolisian dalam penanganan bencana gempa bumi di NTT.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meninjau langsung lokasi terdampak dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8), dikutip dari keterangan resmi.

Kapolri mengatakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemimpin Korps Bhayangkara itu mengatakan kepolisian telah mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT serta mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri bersama lima Polda jajaran.

Dalam penanganan kesehatan, Polri juga memastikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, termasuk ibu hamil yang mendekati proses persalinan.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.