Pengakuan Purbaya Jajal Mitos Beringin Kembar Alkid Jogja Sebelum Jadi Menteri

Yogyakarta -

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pernah menjajal mitos beringin kembar di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Jogja sebelum resmi diangkat menjadi menteri.

Saat menjajal mitos 'masangin', Purbaya terus mengucap keinginannya di dalam hati, yaitu ingin menjadi menteri. Akhirnya, keinginan itu pun terkabul.

Purbaya blak-blakan menceritakan pengalamannya mencoba Masangin saat acara Penyerahan Ekosistem Bekalista di Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-alun selatan Keraton Jogja, Kamis (16/7) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu, Purbaya masih menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) sedang piknik ke Jogja.

Alkid menjadi salah satu destinasi yang ia kunjungi. Purbaya saat itu menuju Alkid dengan naik becak. Tukang becak itu pun menantang Purbaya untuk mencoba Masangin.

"Nah waktu itu tukang becaknya bilang, kalau bapak tutup mata, jalan terus bisa berakhir (melewati) di tengahnya, apa yang bapak inginkan bisa tercapai. Oh yang bener? Ya sudah saya coba," kata Purbaya.

Purbaya tak memungkiri dirinya sempat skeptis soal mitos itu. Ia tetap mencobanya dengan rasa optimis lantaran jarak kedua beringin itu cukup lebar.

"Ya saya tutup mata, saya jalan, terus apa, coba? (Dalam hati berdoa) 'jadi menteri, jadi menteri, jadi menteri, jadi menteri.' Sampai di tengah, wah bener nih, kayaknya gua jadi menteri nih," kenang Purbaya diiringi gelak tawa yang juga disahut hadirin dalam acara tersebut.

Usai kejadian itu, Purbaya pun tak terlalu memikirkan bahkan malah melupakannya. Tapi siapa sangka, 8 September 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Purbaya sebagai Menteri Keuangan RI.

"Padahal (dulu mikir) mana mungkin (jadi menteri). Jalurnya jauh, saya di maritim dulu, hubungan politik nggak ada sama sekali, dan di BI juga di belakang," terangnya.

"Tapi itu memberi contoh, bahwa hal yang masa lalu, yang untung boleh kita ambil lah," pungkas Purbaya.

Seperti diketahui, di Alkid Keraton Jogja terdapat mitos Masangin. Siapa saja yang berhasil berjalan melintasi di antara dua pohon beringin kembar Alkid dengan mata tertutup, maka keinginan dan hajatnya akan terkabul.

Dikutip laman visitingjogja.jogjaprov.go.id, tradisi Masangin sudah ada sejak Kesultanan Yogyakarta berdiri. Awalnya Masangin dilakukan saat tradisi topo bisu yang dilakukan setiap malam 1 suro.

Tradisi Topo Bisu dilakukan oleh para prajurit dan abdi dalem dengan mengelilingi benteng tanpa mengucap satu kata pun. Para prajurit dan abdi dalem dengan pakaian adat jawa berbaris rapi.

Mereka memulai ritual Topo Bisu dari halaman Keraton menuju pelataran alun-alun lalu melewati kedua beringin kembar tersebut. Hal tersebut diyakini untuk mencari berkah dan meminta perlindungan dari serangan musuh. Dari situlah mitos Masangin berkembang.


----------

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)