Bebas dari Jeratan Hukum, Piche Kota Trauma Berat dan Takut Ketemu Orang
AKURAT.CO Menghirup udara bebas setelah sempat terjerat pusaran kasus hukum ternyata belum sepenuhnya mengembalikan senyum penyanyi Piche Kota.
Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini blak-blakan mengaku mengalami guncangan psikologis yang hebat usai sempat menyandang status tersangka atas kasus dugaan pemerkosaan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Perkosa Remaja di NTT, Penyanyi Piche Kota Jadi Tersangka
Meski Pengadilan Negeri Atambua telah mengabulkan gugatan praperadilannya sekaligus membatalkan status tersangka tersebut, Piche merasa kehidupannya tidak lagi sama.
Dia kini harus berjuang melawan rasa trauma dan ketakutan untuk sekadar kembali bersosialisasi dengan dunia luar.
"Saya sudah jarang keluar, keseharian saya mungkin cuma masih di rumah dan tidak, masih belum buat apa-apa. Dan betul tadi abang bilang ada trauma buat saya juga," ungkap Piche Kota dalam wawancara virtual, Kamis (16/7/2026).
Guncangan batin ini memaksa pemilik nama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota tersebut untuk menarik diri sejenak dari panggung hiburan tanah air.
Menghadapi tudingan seberat itu menyisakan kecemasan mendalam di hatinya, terutama saat harus berinteraksi dengan orang-orang baru.
"Jadi untuk memulai aktivitas atau keseharian saya mungkin saya agak ada rasa trauma. Jadi saya butuh waktu untuk diri, saya lagi biar bisa ngobrol sama orang lain atau biar bisa di dunia orang-orang lain di luar sana," tambahnya dengan nada getir.
Di balik kesendiriannya di rumah, Piche tidak menampik bahwa ada kerinduan yang membuncah untuk kembali bernyanyi dan menghibur para penggemarnya.
Namun, dia sadar betul bahwa memulihkan kesehatan mentalnya adalah prioritas utama saat ini.
"Dari saya buat teman-teman semua, buat saudara-saudara teman-teman media semuanya, mungkin selanjutnya saya pasti kangen sekali dengan apa yang biasa saya buat, nyanyi, mau off air atau on air atau apapun itu kegiatan saya," tutur Piche.
Sebelumnya, nama Piche Kota sempat terseret dalam kasus dugaan pemerkosaan bersama Rifel Silla dan Roy Mali terhadap seorang siswi SMA di Kabupaten Belu, NTT. Kasus ini tidak hanya mengguncang kondisi psikisnya, tetapi juga sempat menghancurkan reputasi serta merontokkan berbagai rencana kerja dan kontrak kerja sama yang sudah terjadwal.
Baca Juga: Piche Kota Buka Suara: Bantah Tuduhan Asusila dan Siap Uji Fakta
Kini, fokus utamanya adalah bangkit secara perlahan demi bisa kembali berkarya seperti sedia kala.
"Ya lumayan saya usaha karena trauma mental saya mungkin masih belum stabil atau gimana, pasti saya akan perlahan, teman-teman seperti dulu, seperti biasanya bisa beraktivitas lagi pastinya," tutup Piche optimis.