Penanam modal lirik Kabupaten Penajam investasi pengolahan logam - ANTARA News Kalimantan Timur
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Penanam modal (investor) melirik Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai lokasi untuk menanamkan modal (investasi) sektor pengolahan logam.
"Pemerintah kabupaten sedang mengawal investasi di sektor pengolahan logam di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Buluminung," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara, Ade Rianto Embongbulan di Penajam, Rabu.
"Industri sektor pengolahan logam itu menghasilkan berbagai produk berbasis logam, termasuk baja," tambahnya.
Investor memilih KPI Buluminung sebagai lokasi investasi pengolahan logam dari hasil analisis penanam modal, lanjut dia, kajian teknis dan analisis terkait rencana menanam modal tersebut dilakukan investor sebelum mengajukan rencana kegiatan.
Kabupaten Penajam Paser Utara dipilih sebagai lokasi investasi pengolahan logam karena memiliki posisi strategis yang relatif dekat dengan sumber bahan baku di Sulawesi Tengah, khususnya Donggala, serta Kalimantan Tengah.
"Penanaman modal pengolahan logam di KIP itu saat ini masih proses koordinasi dengan pemerintah pusat, karena potensi masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)," katanya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan penataan kawasan menyesuaikan kebutuhan investasi dengan kondisi lahan, luas kawasan, keberadaan permukiman, serta tahapan produksi yang akan dilakukan.
KPI Buluminung ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan luas lebih kurang 9.000 hektare yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dan investasi baru di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
"Lahan yang disiapkan itu di dalamnya, termasuk kawasan Pelabuhan Benuo Taka milik pemerintah kabupaten," jelasnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi daya tarik bagi para investor dalam maupun luar negeri setelah Kecamatan Sepaku ditetapkan menjadi IKN, dan KPI Buluminung diproyeksikan menampung investasi besar hingga puluhan triliun.
Tercatat target investasi pada 2024 sebesar Rp2,5 triliun dengan realisasi tercapai Rp3,7 triliun, dan pada 2025 realisasi investasi Rp1,7 triliun atau 33 persen dari target Rp4,7 triliun, pada 2026 target investasi Rp3,3 triliun dan realisasi hingga kini Rp501,69 miliar.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.