Pemprov Kalsel integrasikan layanan perizinan untuk kemudahan berusaha - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengintegrasikan layanan perizinan melalui inovasi aplikasi “super app” sebagai langkah memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kemudahan berusaha setelah capaian indeks tersebut mengalami penurunan.
Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Bidang Administrasi Umum Ibnu Sina di Banjarmasin, Selasa, mengatakan pengembangan super app menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menyederhanakan layanan perizinan dengan menggabungkan berbagai layanan perangkat daerah dalam satu platform.
“Seluruh aplikasi pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan perizinan di berbagai SKPD, nantinya akan diintegrasikan dalam satu super app sehingga investor maupun masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi berbeda untuk mengakses layanan pemerintah,” ujarnya.
Super app adalah, platform tunggal yang menggabungkan berbagai layanan pembayaran dan fitur mini dalam satu aplikasi
Ia menjelaskan, penurunan capaian Indeks Kemudahan Berusaha Kalimantan Selatan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk adanya tiga kabupaten/kota yang mengalami penurunan nilai sehingga berdampak terhadap penilaian provinsi secara keseluruhan.
“Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelayanan perizinan sesuai kewenangan masing-masing agar capaian indeks tersebut dapat meningkat pada periode penilaian berikutnya,” katanya.
Ia mengungkapkan salah satu faktor yang turut mempengaruhi pelayanan perizinan ialah gangguan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) secara nasional yang menyebabkan proses penerbitan sejumlah izin, khususnya kategori risiko rendah dan menengah, mengalami keterlambatan.
"Saat itu memang terjadi perbaikan sistem OSS secara nasional sehingga berpengaruh terhadap layanan perizinan di berbagai daerah dan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penilaian pelayanan,” tuturnya.
Meski terdapat kendala dalam proses pelayanan, Ibnu Sina menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperkuat kualitas layanan investasi melalui berbagai pembenahan, termasuk melanjutkan inovasi digital yang sebelumnya diwujudkan melalui aplikasi Bekantan untuk mendukung pelayanan perizinan yang lebih mudah dan cepat.
Meski demikian, Pemprov Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin juga memperoleh pengakuan sebagai instansi yang tidak memiliki catatan maladministrasi dalam pelayanan publik, yang menjadi salah satu capaian positif dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola layanan masyarakat.
Menurut dia, integrasi layanan melalui super app mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor maupun masyarakat, serta memperkuat daya saing Kalimantan Selatan dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
"Pemprov Kalsel optimistis berbagai langkah perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan Indeks Kemudahan Berusaha Kalimantan Selatan pada penilaian mendatang sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku usaha terhadap pelayanan pemerintah daerah,” ujar Ibnu Sina.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.