Pemprov Kalbar jadikan Indonesia ASRI sebagai budaya lingkungan - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson menegaskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
"Ke depan, dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat, kegiatan kurve atau kerja bakti dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga Kota Pontianak maupun seluruh wilayah Kalimantan Barat benar-benar menjadi daerah yang aman, sehat, resik, dan indah," kata Harisson saat menghadiri Gerakan Indonesia ASRI di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Minggu.
Menurut dia, pembangunan dan modernisasi yang terus berkembang turut menghadirkan tantangan lingkungan berupa persoalan sampah, polusi, hingga menurunnya kualitas kebersihan dan keindahan kota yang kini menjadi isu strategis nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai upaya strategis nasional untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, sehat, dan aman di seluruh wilayah Indonesia.
Harisson mengatakan empat pilar dalam Gerakan Indonesia ASRI, yakni aman, sehat, resik, dan indah, merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dan saling menguatkan dalam membangun kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Ia menegaskan, lingkungan yang bersih dan indah akan menciptakan kondisi yang sehat dan aman sekaligus menjadi fondasi perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Barat Suherman mengatakan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di daerah mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia saat Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026.
Gerakan tersebut juga berpedoman pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 6.11/889/SD tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI serta surat Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri tertanggal 26 Juni 2026.
Suherman menjelaskan rangkaian kegiatan Gerakan Indonesia ASRI di Kalimantan Barat meliputi kerja bakti bersama yang melibatkan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan masyarakat, penanaman 50 pohon, pasar murah sebanyak 1.000 paket sembako, pembagian perlengkapan sekolah kepada 75 anak, serta donor darah dengan target 100 pendonor.
Selain mengikuti pencanangan Gerakan Indonesia ASRI secara nasional yang dipusatkan di Kota Malang secara virtual, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Pasar murah yang digelar dalam kegiatan tersebut menyediakan 1.000 paket sembako yang terdiri atas beras, minyak goreng, dan telur untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.