Pemprov DKI Gandeng Majelis Nurul Musthofa, Jakarta Bersholawat Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperkuat pembinaan umat dan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.
Ketua Panitia Jakarta Bersholawat, Syakir Daulay, mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap kegiatan tersebut.
Menurut dia, sinergi pemerintah daerah dengan ulama penting untuk memperkuat pembinaan generasi muda di Ibu Kota.
"Kami dari Majelis Nurul Musthofa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya khususnya kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, terkhusus kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta yang setiap tahunnya kami senantiasa bersinergi untuk terus membangun generasi-generasi muda yang cerdas dan juga berakhlakul karimah," ujar Syakir di Monas.
Syakir mengatakan dukungan Pemprov DKI tahun ini diwujudkan dengan pengerahan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
"Alhamdulillah, Jakarta di tahun ini menurunkan seluruh jajarannya, seluruh SKPD-nya, untuk sama-sama menyukseskan hari besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.
Selain kegiatan keagamaan, Jakarta Bersholawat juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan. Panitia bersama Pemprov DKI mengajak jemaah, khususnya generasi muda, untuk menjaga kebersihan dan memilah sampah.
"Kita juga sama-sama tadi mengajak generasi muda untuk menjaga, karena Jakarta sudah darurat sampah. Dari sini juga dihadiri puluhan ribu anak muda, kita mengajak anak-anak muda, baik dari habaib, kiai, ustaz, dan juga tokoh-tokoh mudanya untuk menjaga dan memilah sampah, mendukung program Pemerintah Daerah DKI Jakarta," ujar Syakir.
Baca Juga: LDAD 2026 Rajut Kolaborasi untuk Masa Depan Arsitektur Indonesia
Pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, Habib Athos bin Hasan Assegaf, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
"Kepada seluruh elemen yang telah membantu menyukseskan acara Jakarta Bersholawat, utamanya Pemprov DKI dan Kapolri, semoga kita bisa terus bersinergi ke depannya untuk kegiatan-kegiatan positif," kata Habib Athos.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan umat.
"Membangun yang saat ini dilakukan, pembangunan fisik juga dilakukan, tetapi membangun umat juga harus dilakukan," ujar Arifin.
Ia berharap kegiatan Jakarta Bersholawat dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan menjaga suasana Jakarta tetap kondusif.
"Jakarta lebih sejuk, lebih damai, lebih rukun, dan insyaAllah kegiatan-kegiatan ini bisa terus kita lakukan setiap tahunnya," pungkasnya.