Pemprov Bengkulu antisipasi dampak kekeringan pada sektor pertanian - ANTARA News Bengkulu

Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada sektor pertanian akibat penurunan curah hujan di wilayah setempat.

"Kita minta BPBD kabupaten/kota untuk mendata wilayah-wilayah rawan kekeringan. Tim akan berkoordinasi untuk dapat memberikan bantuan terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan kebutuhan-kebutuhan yang lain," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Selasa.

Herwan mengatakan pendataan diperlukan untuk mengetahui wilayah yang mengalami kondisi curah hujan rendah dalam waktu cukup lama dan mulai menghadapi kekeringan.

Menurut dia informasi dari daerah menjadi penting agar pemerintah dapat mengetahui wilayah yang membutuhkan penanganan akibat kondisi kemarau.

Herwan mengatakan kekeringan tidak hanya berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap sektor pertanian.

"Kita tentu khawatir kalau nanti ada kekeringan, bahkan juga bisa mengakibatkan gagal panen dan sebagainya, (oleh karena itu pemerintah daerah terus berupaya mengantisipasi)," ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong pemantauan kondisi wilayah yang mengalami kemarau agar dampaknya dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Herwan mengatakan Pemprov Bengkulu juga telah melakukan koordinasi dalam mengantisipasi kondisi yang berpotensi memperburuk dampak kekeringan di daerah.

"Kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan apel bersama dengan Polda Bengkulu antisipasi ancaman El Nino," katanya.

Selain melakukan koordinasi, pemerintah meminta masyarakat di wilayah yang masih mengalami kemarau untuk ikut memantau kondisi lingkungannya dan melaporkan apabila mulai mengalami kekeringan.

Langkah itu dilakukan agar pemerintah memperoleh informasi mengenai kondisi di lapangan dan dapat menentukan bentuk penanganan yang diperlukan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Herwan menegaskan antisipasi dilakukan sejak awal untuk mencegah kondisi kekeringan berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, termasuk mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.