Pemkot Padang Panjang dorong sekolah siapkan generasi menuju 2045

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, Sumatera Barat, perkuat benteng pendidikan kependudukan di sekolah sebagai bagian dari strategi menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Tak sekadar memahami angka pertumbuhan penduduk, para pelajar didorong mampu merencanakan pendidikan, menjaga kesehatan, menentukan pilihan hidup hingga membangun keluarga secara matang.

Langkah itu ditempuh melalui Penguatan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diikuti kepala sekolah SLTP dan SLTA negeri maupun swasta se-Kota Padang Panjang, Rabu, di Hotel Rangkayo Basa.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra pada kegiatan tersebut menegaskan, persoalan kependudukan selama ini kerap dipahami sebatas angka dan statistik. Padahal, di balik data tersebut terdapat generasi yang tengah tumbuh dan kelak menjadi penentu arah pembangunan daerah.

“Ketika berbicara mengenai kependudukan, yang terbayang sering kali hanya angka jumlah penduduk dan berbagai data statistik. Padahal, di balik angka tersebut terdapat anak-anak yang sedang tumbuh, remaja yang tengah menentukan pilihan hidup, serta keluarga yang membangun masa depannya,” kata Allex.

Menurutnya, tantangan membangun generasi masa depan tidak cukup dijawab dengan capaian akademik. Anak-anak juga membutuhkan bekal untuk memahami bagaimana merancang pendidikan, menentukan pilihan hidup, menjaga kesehatan hingga mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

“Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik. Mereka juga harus memahami bagaimana merencanakan pendidikan, menentukan pilihan hidup, menjaga kesehatan, membangun keluarga, dan mempersiapkan masa depannya,” ujarnya.

Allex menilai, pembekalan tersebut tidak bisa ditunda. Sebab, anak-anak yang kini duduk di bangku sekolah merupakan generasi yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari wajah Kota Padang Panjang pada 2045.

Karena itu, sekolah dinilai memiliki posisi strategis untuk menanamkan pemahaman kependudukan sejak dini. Program SSK diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam lingkungan pendidikan.

“Sekolah mempunyai posisi yang sangat penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan cara berpikir anak-anak kita. Setelah pelatihan ini, kita berharap Program SSK dapat ditindaklanjuti di masing-masing sekolah dan materi kependudukan dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran,” tegasnya.

Pemko Padang Panjang berharap penguatan SSK mampu menjadi salah satu instrumen untuk membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dalam merencanakan kehidupannya.

“Mari kita jadikan SSK sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi masa depan, berprestasi, dan mampu merencanakan kehidupannya,” kata Allex.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Padang Panjang Winarno. Para kepala sekolah yang menjadi peserta diharapkan menjadi penggerak agar pendidikan kependudukan dapat terintegrasi dan berkembang di masing-masing satuan pendidikan.