Inovasi BRIN: Rumah Tahan Gempa sampai Pesawat Alap-alap Tanpa Awak

Alap-alap merupakan pesawat udara tanpa awak (PUNA) yang digunakan untuk pemetaan wilayah, pemantauan bencana, dan mendukung operasi modifikasi cuaca secara efektif dan adaptif. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Dr Robertus Heru Triharjanto, B.Eng, M.Sc, Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) menceritakan bahwa proses riset Alap-alap dilakukan bersama-sama oleh ilmuwan antar bidang seperti teknik dirgantara, teknik mesin, dan teknik elektro. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Multi-Purpose Decommissioning and Salvage Vessel (MDSV) adalah kapal dengan multifungsi yang desainnya diklaim pertama di dunia. Kapal ini menggabungkan tiga fungsi yang dapat menggantikan peranan tugboat, barge, dan crane. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

MIESHappy Multimodal Happiness Measurement. Ini adalah pengukuran kebahagiaaan multimodal dengan menganalisis ekspresi wajah. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Kamera diinstal untuk menangkap ekspresi pengunjung. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Teknologi pengolahan batu bara/coalite nasional menjadi artificial graphite berkinerja tinggi sebagai material aktif anoda baterai lithium-ion, dengan stabilitas siklus, kapasitas awal, dan kemampuan pengisian cepat. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Ini adalah komponen baterai silinder. Hasil pengolahan mineral nikel laterit yang digunakan untuk memproduksi baterai. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Ini rumah modular tahan gempa. Prefabrikasi dengan sistem sambungan interlock dan material ringan terstandar, dirancang untuk pembangunan cepat dan ketahanan terhadap gempa. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Microcrystaline cellulose dari tandan kosong kelapa sawit dipakai untuk aplikasi pangan dan komestik sebagai bahan pengisi bernilai tambah. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Dari bidang kesehatan ada vaksin inaktif untuk unggas dan hewan sapi. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Tak ketinggalan resistance detection kit untuk tuberkulosis. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Jangan lupakan logam tanah jarang. Dari 17 unsur logam tanah jarang, inovasi BRIN berhasil memproduksi lima unsur logam La, Ce, Nd, Pr, dan Y. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Saat ini BRIN berkolaborasi dengan PT Perminas dan BIM untuk persiapan teknologi pada industri logam tanah jarang di Mamuju dan Bangka. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET