Pemkot Kupang menyediakan ruang kreatif dorong anak muda kembangkan usaha
Pemkot Kupang menyediakan ruang kreatif dorong anak muda kembangkan usaha
Jumat, 23 Oktober 2026 12:23 WIB
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis meninjau fasilitas di lingkungan Dinas Pariwisata Kota Kupang, NTT, Kamis (22/10/2026), untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif. (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyediakan ruang kreatif untuk mendorong anak muda mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan melalui sektor ekonomi kreatif.
“Dari sini kita membuat satu ruang dan wadah sehingga anak-anak muda juga bisa punya ruang untuk menjual produk sebagai nilai tambah mereka,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di Kupang, Jumat.
Hal itu disampaikan saat meninjau progres pembangunan ruang kreatif di Kantor Dinas Pariwisata Kota Kupang, guna memastikan kesiapan fasilitas yang diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas komunitas dan pelaku ekonomi kreatif di Kota Kupang.
Serena menjelaskan penyediaan ruang kreatif merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kupang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi lokal, termasuk kreativitas generasi muda.
Menurut dia, anak muda Kota Kupang memiliki peluang untuk mengembangkan beragam bidang, mulai dari desain grafis, seni, film, hingga pengolahan potensi budaya menjadi produk dan karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Kreativitas tidak boleh berhenti sebagai ide atau sekadar menjadi aktivitas komunitas. Dengan dukungan fasilitas, jejaring, dan kesempatan yang tepat, kreativitas dapat berkembang menjadi produk, jasa, bahkan peluang usaha yang membantu meningkatkan pendapatan anak muda,” ujarnya.
Salah satu hal menarik dari pembangunan ruang kreatif ini adalah pemanfaatan kembali ruangan di lingkungan Dinas Pariwisata yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan barang-barang tidak terpakai. Ruang tersebut kini dialihfungsikan agar memiliki manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui inisiatif tersebut, Pemkot Kupang ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penciptaan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.
Serena menyampaikan fasilitas tersebut juga direncanakan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti lokakarya, pameran karya, pelatihan, serta aktivitas kolaboratif komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
Dengan kapasitas hingga 100 orang, ruang tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kegiatan bersama yang mempertemukan ide, keterampilan dan peluang kerja sama.
Dia menekankan bahwa keberadaan fasilitas ini perlu diikuti dengan aktivitas yang berkelanjutan.
“Pemerintah tidak hanya menyiapkan tempat, tetapi juga perlu membuka ruang kolaborasi agar komunitas kreatif dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas jejaring,” ujarnya.
Karena itu, keterlibatan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif menjadi penting. Pemerintah dan komunitas diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan kegiatan produktif, memperkenalkan karya lokal kepada masyarakat, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Serena menegaskan Pemkot Kupang terus memperhatikan kebutuhan pengembangan sektor ini, termasuk mendorong kebijakan yang mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.