Pemkot Bengkulu usulkan penambahan sirine peringatan dini tsunami - ANTARA News Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengusulkan penambahan dua unit sirine peringatan dini tsunami ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun ini.

Hal tersebut dilakukan guna memperkuat sistem mitigasi bencana, terutama di kawasan pesisir yang memiliki potensi terdampak bencana tsunami, khususnya di Kota Bengkulu.

"Untuk usulannya sudah disampaikan. Sekarang kami masih menunggu kabar dari BNPB, mudah-mudahan usulan ini bisa direalisasikan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu I Made Ardana di Bengkulu, Kamis.

Baca juga: Efisiensi anggaran tak hambat Seluma jalankan program pusat

Untuk lokasi pemasangan sirine tersebut direncanakan dipasang di Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung dan Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu yang berada di pesisir pantai.

Ia menyebut, dengan adanya keberadaan sirine peringatan dini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat khususnya di Kota Bengkulu.

Sementara itu, Pemkot Bengkulu juga terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, salah satunya yaitu meningkatkan kapasitas perangkat tingkat kelurahan di wilayah tersebut.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menerangkan, kondisi Kota Bengkulu memiliki sejumlah wilayah rawan bencana, sehingga seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat memiliki kesiapsiagaan setiap saat.

"Kita memang dalam kondisi rawan bencana, maka setiap waktu kita harus siap siaga. Kita tidak berharap bencana, kita berharap Allah melindungi kita dan menjauhkan kita dari bencana. Namun ketika bencana itu datang, kita siap melakukan evakuasi, minimal mengurangi korban akibat bencana tersebut," sebutnya.

Dengan adanya edukasi dan simulasi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat, serta dirinya berharap agar pada tahun 2027 mendatang, BPBD memperbanyak kegiatan simulasi menghadapi bencana, termasuk menyasar sekolah dan lingkungan masyarakat.

Seperti, simulasi di sekolah dapat mengajarkan anak-anak mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun bencana lainnya, dan dengan adanya simulasi yang dilakukan secara rutin, masyarakat tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.