Pemkab Sigi manfaatkan DID untuk bangun rumah warga miskin ekstrem
Pemkab Sigi manfaatkan DID untuk bangun rumah warga miskin ekstrem
Sabtu, 18 Juli 2026 14:23 WIB
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat menjelaskan segera membangun 14 unit rumah baru untuk masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/7/2026). ANTARA/Moh Salam
Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggunakan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri berupa Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp3 miliar untuk membangun 14 unit rumah khusus masyarakat ekstrem.
"Jadi ada 14 dari 23 unit rumah yang saya kunjungi, itu yang bisa baru kita biayai pembangunan rumah khusus masyarakat miskin ekstrem," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Dolo, Sabtu.
Ia mengemukakan total anggaran untuk pembangunan rumah khusus masyarakat miskin ekstrem itu sebanyak Rp 1,12 miliar.
"Satu unit rumah itu kita bangun dengan biaya Rp80 juta, jadi dibangun rumah ukuran tipe 36 dan saya minta biar hanya keramik yang paling murah, yang penting pakai keramik. Biar memanusiakan manusia termasuk pembuatan MCK dalam rumah dan air bersihnya," ucapnya.
Ia menuturkan pembangunan rumah untuk masyarakat miskin ekstrem itu dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sigi.
"Saya ingatkan dana Rp80 juta untuk bangun rumah baru ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin termasuk penyediaan air bersihnya," sebutnya.
Rizal menyebutkan pemerintah daerah juga menerima bantuan pembangunan rumah untuk masyarakat miskin ekstrem lainnya dari pihak perbankan yakni Bank Syariah Indonesia sebanyak 3 unit rumah.
"Ada tiga unit rumah kita dibantu oleh BSI untuk bangun rumah masyarakat miskin ekstrem, sehingga total pembangunan rumah tahun ini sebanyak 17 unit rumah," kata dia.
Menurut dia, tersisa enam rumah belum dilakukan pembangunan baru sehingga diusulkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2026.
"Untuk sisa dari Dana Insentif Daerah sebesar Rp1.88 miliar akan diperuntukkan guna operasi pasar, gerakan pasar murah, pemberian bantuan subsidi pasar murah dan pelaksanaan pelatihan UMKM di Kabupaten Sigi," ujarnya.
Berdasarkan data LP2KD Kabupaten Sigi, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 12,06 persen pada tahun 2024 menjadi 10,47 persen tahun 2025.
Selanjutnya angka kemiskinan ekstrem menurun dari 2,66 persen pada tahun 2024 menjadi 1,57 persen pada tahun 2025 atau mengalami penurunan sebesar 1,09 persen.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026