Pemkab Rejang Lebong antisipasi potensi karhutla - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, bersama instansi terkait di daerah tersebut memperketat kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem akibat dampak fenomena El Nino.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja usai memimpin Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapan Antisipasi Dampak El-Nino dan Karhutla di Mapolres Rejang Lebong, Jumat, mengatakan penguatan pencegahan dilakukan secara kolaboratif lintas sektor dengan mengandalkan kesiapan seluruh elemen terkait.
"Berdasarkan perkiraan BMKG, puncak fenomena El Nino terjadi pada periode akhir Juli hingga Agustus 2026. Hal ini memicu musim kemarau lebih panjang dengan curah hujan di bawah rata-rata yang berpotensi menimbulkan kekeringan ekstrem serta karhutla di wilayah Provinsi Bengkulu, termasuk Rejang Lebong," kata Hendri.
Dia menjelaskan, penanganan bencana alam tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Diperlukan sinergi yang terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan dari seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi teknis lainnya.
Melalui apel gelar pasukan dan peralatan tersebut, kata dia, pihak Pemkab Rejang Lebong bersama jajaran aparat keamanan memastikan kesiapan personel, tim tanggap bencana, tim rehabilitasi, serta sarana prasarana pendukung di lapangan.
"Kita persiapkan tim dan sarpras pendukung disertai penguatan edukasi tanggap bencana kepada masyarakat. Penanganan karhutla harus dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi agar meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong M. Budianto menyatakan, pihaknya telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta armada pemadam dan penyalur air, seperti mobil tangki, selang, dan sarana pendukung lainnya.
Menurut Budianto, dari 15 kecamatan di Rejang Lebong, wilayah rawan karhutla terkonsentrasi di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang, Sindang Beliti Ilir, dan Sindang Beliti Ulu. Selain itu, potensi rawan karhutla juga teridentifikasi di sekitar kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang meliputi Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya.
Apel gelar pasukan tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari Kodim 0409/Rejang Lebong, Batalyon A Pelopor Brimob Curup, Polres Rejang Lebong, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, hingga Polisi Hutan (Polhut).
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.