◐

Pemkab Pasaman Barat luncurkan layanan permudah warga bayar PKB

Pasaman Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, bersama Badan Pendapatan Daerah Sumatera Barat pada Selasa, meluncurkan layanan Samsat Kiosk Digital untuk mempermudah warga membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNNKB) Selasa.

"Melalui layanan Samsat Kiosk Digital, wajib pajak kini dapat melakukan pembayaran PKB secara mandiri tanpa harus mengantre di loket pelayanan Samsat," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Sumbar Al Amin di Simpang Empat, Selasa.

Menurut dia, layanan Samsat Kiosk Digital menggunakan mekanisme "self service" yang serupa dengan mesin ATM.

Melalui sistem tersebut, wajib pajak cukup memasukkan data kendaraan, melakukan verifikasi, kemudian menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan secara digital melalui mesin tersebut.

Dia mengatakan sistem pembayaran itu merupakan bagian dari transformasi pelayanan perpajakan daerah berbasis digital.

Dia mengharapkan layanan tersebut diharapkan dapat menghadirkan proses pembayaran PKB yang lebih cepat, praktis dan efisien.

Melalui layanan ini, bukti pembayaran pajak kendaraan juga dapat dikirimkan secara digital melalui email wajib pajak sehingga mendukung penerapan layanan paperless dan administrasi yang lebih efisien.

Selain mengurangi antrean di kantor Samsat, layanan tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses pembayaran PKB.

"Untuk Pasaman Barat saat ini baru satu alat dan nantinya ditempatkan di tempat yang layanan masyarakatnya ramai," ujar dia.

Dia berharap dengan adanya layanan ini bisa mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pajak kendaraan.

Wakil Bupati Pasaman Barat M.Ihpan didampingi Kepala Bapenda M.Bona Fatwa menyambut baik peluncuran kiosk digital ini sehingga lebih memudahkan masyarakat.

Pihaknya saat ini terus berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah termasuk dari PKB.

Dia menjelaskan hingga 20 Oktober 2026 realisasi pajak PKB telah mencapai Rp15,17 miliar atau 81,81 persen dari target Rp18,54 miliar.

Sedangkan dari Opsen BBNKB telah mencapai Rp16,60 miliar atau 78,01 persen dari target Rp21,28 miliar.

"Dibutuhkan kerja sama semua pihak dalam upaya peningkatan pendapatan. Kesadaran masyarakat diminta agar taat bayar pajak karena berguna untuk pembangunan nantinya," harapnya.