Pemkab Morut catat investasi triwulan III Rp278,24 miliar
Pemkab Morut catat investasi triwulan III Rp278,24 miliar
Selasa, 27 Oktober 2026 18:02 WIB
Infografis realisasi investasi triwulan III 2026 Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSPM) Morut
Kolonodale, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) mencatat realisasi investasi pada triwulan III 2026 mencapai Rp278,24 miliar atau berada di peringkat ketiga capaian investasi tertinggi di Sulawesi Tengah.
"Sementara, total akumulasi investasi dari triwulan I hingga III 2026 telah menembus Rp1,34 triliun atau 44 persen dari target tahunan Rp3,02 triliun," kata Bupati Morowali Utara Delis J Hehi di Kolonodale, Sulteng, Selasa.
Ia mengemukakan pencapaian itu menjadikan Morowali Utara sebagai salah satu motor penggerak utama ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi tingkat kepercayaan investor, tercermin dari struktur permodalan yang sangat berimbang antara penanaman modal asing (PMA) senilai Rp140,47 miliar atau 50,5 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp137,77 miliar atau 49,5 persen.
"Selain kontribusi tangguh dari investor domestik Indonesia Rp137,78 miliar, daya tarik investasi daerah juga diperkuat oleh aliran modal internasional dari China Rp128,06 miliar, Taiwan Rp10,59 miliar, Singapura Rp1,80 miliar, serta Hong Kong Rp20 miliar berdasarkan data terhimpun oleh Dinas Penanaman Modal," ujarnya.
Menurutnya, kinerja investasi yang solid menunjukkan keselarasan dengan agenda transformasi ekonomi nasional melalui penguatan nilai tambah dan diversifikasi sektoral, yang mana sektor industri logam dasar tampil sebagai kontributor utama sebesar Rp128,17 miliar, diikuti oleh sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp40,68 miliar.
Kemudian listrik, gas, dan air Rp38,29 miliar, pertambangan Rp36,47 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp18,16 miliar.
Delis menjelaskan optimalisasi capaian tersebut turut ditopang kepastian berusaha yang kondusif bagi korporasi skala besar.
"Distribusi investasi yang merata di berbagai kantong pertumbuhan wilayah, mulai dari Kecamatan Petasia Rp104,32 miliar, Mori Atas Rp42,26 miliar, Soyo Jaya Rp33,97 miliar, Petasia Timur Rp29,27 miliar, hingga Mori Utara Rp18,61 miliar yang secara nyata menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat lokal," kata dia menuturkan.
Ia menambahkan realisasi investasi daerah sejalan dengan resiliensi perekonomian nasional yang tumbuh kuat sebesar 5,29 persen year on year (y-on-y) dan akselerasi hilirisasi industri yang menyumbang Rp480 triliun bagi capaian investasi nasional hingga September 2026.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026