Pemkab Kudus : Wisata olahraga pacu perizinan hotel baru
Pemkab Kudus : Wisata olahraga pacu perizinan hotel baru
Jumat, 28 Agustus 2026 09:26 WIB
Mansionite Hotel yang ada di Jalan Mejobo Kudus, Jawa Tengah, merupakan salah satu hotel yang baru beroperasi dua bulan terakhir. Investasi di bidang perhotelan semakin meningkat, menyusul banyaknya agenda kejuaraan olahraga yang membuat Kudus bertransformasi menjadi destinasi sport tourism. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Jawa Tengah Mohammad Fitriyanto mengatakan, sejumlah investor mengajukan izin untuk pembangunan hotel baru seiring kegiatan wisata olahraga yang gencar dilaksanakan di kabupaten itu.
Menurut Mohammad Fitriyanto di Kudus, Kamis, tingginya aktivitas olahraga di Kudus menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan investasi di sektor akomodasi.
Ia menilai berbagai kejuaraan olahraga mulai tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional yang digelar di Kudus semakin memperkuat potensi sport tourism (wisata olahraga). Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan tempat penginapan bagi peserta maupun tamu dari luar daerah.
"Adanya berbagai agenda kejuaraan olahraga ini semakin memperkuat sektor sport tourism, sehingga banyak investor yang tertarik mendirikan hotel untuk memberikan alternatif penginapan bagi tamu luar daerah," ujarnya.
Ia mengatakan setelah sebelumnya berdiri satu hotel baru di Jalan Mejobo Kudus, kini ada tiga pengajuan izin mendirikan hotel baru.
Dari ketiga hotel yang mengajukan izin tersebut, kata dia, salah satu di antaranya sudah mulai membangun setelah semua persyaratan dipenuhi. Sedangkan dua lainnya masih dalam proses.
"Untuk saat ini masih tahap pengurusan izin (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), kemudian dilanjutkan dengan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk bisa memulai pembangunan fisik bangunannya," ujarnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus Muhammad Kirom menilai sektor perhotelan di Kudus masih memiliki prospek yang cukup menjanjikan, mengingat potensi Kudus menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional hingga internasional.
Menurut dia dengan semakin banyaknya agenda berskala besar yang digelar di Kudus, kebutuhan terhadap akomodasi dan pelayanan perhotelan yang berkualitas juga semakin meningkat.
Karena itu, PHRI Kudus mendorong para pengelola hotel untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Terlebih, sejumlah tamu dari luar negeri yang berkunjung ke Kudus sebelumnya juga menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha perhotelan.
"Ini menjadi PR kami untuk meningkatkan sisi pelayanan, upgrading fasilitas, hospitality-nya. Bagaimanapun kita harus sudah bisa memantaskan diri, siap menjadi tuan rumah yang skala internasional," ujarnya.
Kirom menambahkan PHRI siap memberikan pendampingan kepada hotel-hotel yang ingin meningkatkan kualitas pelayanan maupun fasilitasnya.
Pendampingan tersebut mencakup berbagai lini, sehingga hotel di Kudus diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik dan memenuhi standar bagi tamu, termasuk wisatawan mancanegara.
Saat ini anggota PHRI Kudus mencapai 40 pelaku usaha. Bertambahnya hotel juga akan membuat persaingan usaha di sektor perhotelan semakin kompetitif. Kondisi tersebut diharapkan mendorong setiap pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas agar mampu memberikan pengalaman terbaik kepada para tamu.
General Manager Mansionite Hotel Bagus Saputro mengakui berbagai agenda kejuaraan olahraga di Kudus turut memberikan dampak positif terhadap tingkat keterisian kamar hotel.
"Tingkat keterisian kamar hotel adanya even olahraga mencapai 50-an persen dari 43 kamar yang tersedia," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.