Pemkab kembalikan fungsi Pantai Nabire sebagai kawasan wisata - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melakukan penataan di Pantai Nabire, Papua Tengah, untuk mengembalikan fungsinya sebagai kawasan objek wisata dan ruang publik yang berada di pusat kota.
Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Rabu, mengatakan Pantai Nabire merupakan salah satu objek wisata yang memiliki panorama laut dan berada di kawasan perkotaan sehingga perlu ditata secara lebih baik.
“Pantai Nabire itu salah satu objek wisata di Kabupaten Nabire. Pantai ini berada di pusat kota sehingga masyarakat dapat melihat langsung panorama laut,” katanya.
Ia menjelaskan keberadaan lapak semi permanen pedagang di sepanjang pantai membuat kawasan tersebut terlihat kurang tertata dan mengurangi kenyamanan masyarakat yang ingin menikmati kawasan wisata.
Selain itu, ia mengatakan aktivitas perdagangan di kawasan pantai turut menimbulkan persoalan kebersihan karena sampah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat dan pedagang.
Karena itu, Pemkab Nabire telah melakukan relokasi pedagang yang selama ini berjualan di Pantai Nabire dipindah ke kawasan Taman Gizi agar aktivitas perdagangan tetap dapat berlangsung di lokasi yang disiapkan.
Ia menegaskan penataan Pantai Nabire bukan bertujuan menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan mengatur fungsi kawasan agar ruang wisata dan kegiatan perdagangan dapat ditempatkan secara lebih tertib.
Menurut dia, setelah pedagang dipindahkan, pemerintah daerah akan menata Pantai Nabire agar dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata sekaligus ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Pemkab Nabire juga akan menata kawasan Taman Gizi, termasuk membuka pandangan ke arah laut, sehingga lokasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Namun, rencana pemanfaatan Taman Gizi masih perlu dibahas bersama masyarakat karena terdapat pihak yang mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut.
Pihaknya akan mengundang tokoh masyarakat dan pelaku sejarah untuk membahas status kepemilikan Taman Gizi karena lahan Taman Gizi sudah sepenuhnya milik Pemkab Nabire.
“Minggu depan kami akan undang semua tokoh masyarakat dan pelaku sejarah untuk meluruskan status kepemilikan tanah di Taman Gizi,” ujar dia.
Ia mengatakan penataan kawasan tersebut diperlukan seiring perkembangan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah sehingga sejumlah ruang di kawasan perkotaan perlu disesuaikan kembali dengan fungsi dan kebutuhan masyarakat.
Penataan Pantai Nabire tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi wisata perkotaan tanpa menghilangkan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.