◐

Pemkab Kayong Utara proyeksikan belanja daerah Rp680,9 miliar di 2027 - ANTARA News Kalimantan Barat

Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara memproyeksikan belanja daerah sebesar Rp680,9 miliar dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027, meningkat Rp28,5 miliar atau 4,36 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp652,3 miliar.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan peningkatan belanja tersebut diarahkan untuk memenuhi prioritas pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kita membutuhkan keberanian untuk menentukan prioritas, meningkatkan kualitas belanja, menghindari kegiatan yang kurang memberikan manfaat," kata Romi saat menyampaikan pidato pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kayong Utara 2027, di Sukadana, Rabu.

Ia menjelaskan, belanja daerah 2027 terdiri atas belanja operasi sebesar Rp562,5 miliar, belanja modal Rp44,6 miliar, belanja tidak terduga Rp8,4 miliar, serta belanja transfer Rp65,2 miliar.

Dari alokasi belanja modal, sekitar Rp31,8 miliar diarahkan untuk jalan, jaringan, dan irigasi. Anggaran tersebut meningkat sekitar Rp12,6 miliar dibandingkan APBD murni 2026.

Selain itu, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp9,9 miliar untuk belanja modal gedung dan bangunan serta Rp140 juta untuk belanja modal tanah.

Menurut Romi, belanja infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan akses pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Belanja daerah juga diarahkan untuk peningkatan konektivitas wilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kemantapan jalan, penetapan fungsi jalan, kelas jalan, dan penyusunan rencana umum jalan," ujarnya.

Selain konektivitas, kebijakan belanja 2027 diarahkan pada penguatan tata kelola air minum dan sanitasi, pengelolaan sampah, ketahanan air dan pangan, pengendalian daya rusak air, pengelolaan drainase untuk mengurangi risiko genangan dan banjir, serta pembangunan infrastruktur perhubungan.

Pada sektor perhubungan, belanja diarahkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan terminal, pelabuhan penyeberangan, fasilitas angkutan umum, prasarana keselamatan lalu lintas, serta fasilitas pendukung transportasi lainnya.

Romi mengatakan prioritas belanja juga mencakup pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp8,4 miliar untuk mengantisipasi kondisi darurat dan kebutuhan mitigasi bencana.

Ia menegaskan keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat setiap belanja harus disusun secara realistis, terukur, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Besarnya rencana belanja harus berjalan seiring dengan kemampuan daerah dalam merealisasikan pendapatan," katanya lagi.

Romi berharap pembahasan RAPBD 2027 bersama DPRD dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang kredibel dan tepat sasaran sehingga belanja daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kayong Utara.

Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.