Pemkab Jayapura dorong produk UMKM lokal tembus ritel modern
Pemkab Jayapura dorong produk UMKM lokal tembus ritel modern
Senin, 3 Agustus 2026 15:27 WIB
Suasana kegiatan bimbingan teknis penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik bagi pelaku usaha yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura (ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayapura)
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, mendorong produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal menembus ritel modern melalui kegiatan bimbingan teknis penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik bagi pelaku usaha.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura tersebut melibatkan sebanyak 100 pelaku UMKM dari wilayah pembangunan I-IV.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Derek Timotius Wouw dalam keterangannya di Jayapura, Minggu, mengatakan kegiatan itu dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memenuhi standar keamanan pangan serta menjadi ruang diskusi mengenai kebutuhan pasar mulai dari kapasitas produksi hingga kualitas produk.
"Dengan demikian ke depan kami berharap setiap hasil produk dari pelaku usaha Kabupaten Jayapura bisa masuk ke ritel modern," katanya.
Menurut Derek, hingga kini masih terdapat sejumlah produk yang belum memenuhi persyaratan perizinan maupun standar produksi sehingga melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah pemahaman bagi pelaku UMKM untuk menilai hasil produk sebelum dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masa kadaluarsa produk pangan olahan. Aspek tersebut dinilai sangat penting karena menjadi salah satu syarat utama yang diperhatikan oleh jaringan ritel modern sebelum menerima suatu produk," ujar dia.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Adi Kurniawan mengatakan melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin membangun konektivitas di mana hasil produk olahan masyarakat dipastikan sehat dan aman dan di sisi lain pihak ritel juga mengenal produk-produk lokal yang sudah memenuhi standar sehingga dapat membantu memasarkan.
"Jadi tujuan utama kegiatan ini adalah membekali pelaku usaha agar mampu melakukan penilaian mandiri terhadap keamanan produk yang mereka hasilkan mulai dari bahan baku yang digunakan hingga kemasan yang dipakai aman untuk produk," katanya.
Dia menambahkan sebanyak 100 pelaku Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dilibatkan dalam kegiatan tersebut yang meliputi 84 PIRT di wilayah pembangunan I, lima PIRT di wilayah pembangunan II, sembilan PIRT di wilayah pembangunan III, dan dua PIRT di wilayah pembangunan IV.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026