Ini kronologi kematian mantan istri polisi di Medan versi Polda Sumut - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap kronologi kematian seorang perempuan berinisial L (35) mantan istri seorang personel Polri yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, korban datang ke rumah mantan suaminya, Brigadir IH, yang bertugas di Polsek Medan Sunggal, untuk meminta rujuk.

"Informasi yang saya terima, keduanya sudah berpisah. Jadi kedatangan korban ke rumah mantan suami untuk meminta rujuk," ujar Ferry di Medan, Senin (3/8).

Menurut Ferry, setelah pulang berdinas, Brigadir IH meletakkan tas berisi senjata api dinas di atas meja sebelum beristirahat.

"Awalnya mantan suaminya istirahat. Setelah bangun dia melihat tas berisi senjata dalam keadaan terbuka, kemudian dicek senjatanya sudah tidak ada," katanya.

Ferry mengatakan Brigadir IH kemudian mencari keberadaan senjata api tersebut dan mengetahui korban berada di dalam kamar mandi yang terkunci dari dalam.

"Dia ke kamar mandi, pintunya dikunci dari dalam. Tidak lama kemudian terdengar bunyi tembakan," ujarnya.

Setelah kejadian, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, sedangkan jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan.

Ferry mengatakan penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan Polrestabes Medan. Selain itu, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut juga mendalami rangkaian peristiwa yang melibatkan Brigadir IH.

"Permasalahannya masih didalami oleh Bid Propam. Sedangkan kematian ditangani Polrestabes Medan," katanya.

Sebelumnya, seorang perempuan berinisial LR yang merupakan mantan istri seorang personel Polri dan menantu seorang pejabat kepaniteraan di Pengadilan Tinggi Medan ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian korban dan belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait peristiwa tersebut.

Pewarta: Aris Rinaldi Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.