Pemkab Belitung-Pertamina terapkan ganjil genap atur antrean Pertalite - ANTARA News Bangka Belitung

Tanjungpandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pertamina memberlakukan skema ganjil genap nomor kendaraan bermotor untuk mengatur antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU.

‎Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat di Tanjungpandan, Jumat mengatakan pengaturan tanggal ganjil genap diputuskan guna mengatur antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

‎"Sistem ganjil genap ini dirancang untuk memberikan jeda waktu pengisian sekaligus mempercepat laju antrean di SPBU agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan tertib," katanya.

‎Hal ini disampaikan Djoni Alamsyah Hidayat usai memimpin jalannya rapat pembahasan distribusi BBM khusus jenis Pertalite di Kabupaten Belitung bersama Pertamina dan sejumlah pengelola SPBU setempat.

‎"Kami coba sosialisasikan dalam waktu dua hari, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Nantinya, kendaraan dengan pelat nomor ganjil khusus untuk sepeda motor, dan genap khusus untuk mobil. Ada jeda waktu karena tidak mungkin masyarakat mengisi bensin setiap hari," ujarnya.

‎Meski demikian, pihaknya tetap meminta Pertamina menyiagakan BBM jenis Pertamax sebagai alternatif darurat bagi pengendara yang membutuhkan bahan bakar dengan segera di tengah antrean Pertalite.

‎"Kalau keadaan darurat bisa isi Pertamax dulu," katanya.

‎Terkait akar permasalahan antrean panjang, Bupati Belitung mengungkapkan bahwa kuota BBM pada prinsipnya cukup.

‎Namun memang realitas di lapangan menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan, pertumbuhan ekonomi daerah, serta lonjakan kunjungan wisatawan yang juga mempengaruhi kebutuhan BBM.

‎Pemerintah daerah berencana melayangkan surat resmi kepada Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas agar kuota BBM untuk wilayah Belitung dapat dikaji dan disesuaikan kembali.

‎Namun di sisi lain, ia menilai kuota yang ada sebenarnya sudah mencukupi apabila tidak terjadi fenomena pembelian dengan jumlah banyak serta praktik pengisian berulang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi.

‎"Masalahnya ada pada integritas. Selagi negara menyediakan untuk masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk diperjualbelikan kembali demi keuntungan segelintir orang, seharusnya antrean panjang ini tidak terjadi," ujarnya.

‎Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung PT Pertamina Patra Niaga Rafli Alhaq menyatakan dukungannya terhadap upaya sistem ganjil genap yang akan diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan di SPBU.

‎Ia juga menegaskan telah melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM guna mencegah pengisian berulang.

‎"Kami sudah melakukan beberapa upaya, seperti dengan melakukan pengawasan dengan memberikan sanksi baik berupa administrasi, peringatan, maupun penutupan kepada SPBU. Dan juga kami telah melakukan upaya pemblokiran nopol-nopol yang memang terbukti melakukan ketidaksesuaian dalam pengisian," katanya.

‎Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi efektif dalam mengurai kemacetan dan antrean panjang.

‎"Kami mendukung sistem ini namun kami juga akan terus mengevaluasi implementasinya di lapangan," ujar Rafli.

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.