ANTARA tetap mendampingi keluarga Bagus Khoirunas meski pencarian usai

ANTARA tetap mendampingi keluarga Bagus Khoirunas meski pencarian usai

Jumat, 18 September 2026 18:28 WIB

Image Print

Sejumlah anggota keluarga dan kerabat dari salah satu jurnalis yang hilang kontak berfoto bersama usai tabur bunga di Pantai Pagedongan, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026). Keluarga, kerabat, dan rekan jurnalis menggelar prosesi tabur bunga di sekitar titik awal keberangkatan lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau setelah Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian selama 10 hari. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/tom.

Jakarta (ANTARA) - Kantor Berita ANTARA menegaskan akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, meskipun operasi pencarian oleh tim SAR telah dihentikan.

Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan ANTARA menghormati keputusan Basarnas terkait penghentian operasi pencarian dan terus memberikan perhatian kepada keluarga Bagus, khususnya Desi Purnama Sari, istri Bagus Khoirunas.

"Kami menghormati keputusan Basarnas dan seluruh pertimbangan yang mendasarinya. Namun bagi kami, berhentinya operasi pencarian tidak berarti berhentinya harapan," kata Benny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Benny, sejak Bagus dilaporkan hilang kontak, ANTARA terus berupaya memberikan dukungan kepada keluarga baik melalui koordinasi selama proses pencarian maupun pendampingan secara langsung kepada Desi Purnama Sari dan keluarga.

"ANTARA akan tetap hadir memberikan pendampingan, dukungan, serta perhatian yang diperlukan oleh keluarga selama menjalani masa yang sangat berat ini," ujarnya.

Benny juga menyampaikan penghentian operasi pencarian merupakan keputusan yang harus dihormati sebagai bagian dari prosedur dan kewenangan Basarnas. Namun ANTARA tetap berharap akan ada perkembangan atau informasi yang dapat memberikan kepastian bagi keluarga.

Lebih lanjut ia mengapresiasi Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, pemerintah, rekan-rekan media, masyarakat, serta seluruh pihak, yang telah memberikan dukungan dan terlibat dalam proses pencarian Bagus sejak awal.

Menurut Benny, solidaritas yang muncul selama proses pencarian menunjukkan kuatnya kepedulian terhadap keselamatan insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

ANTARA juga akan terus berkomunikasi dengan keluarga Bagus dan mengikuti setiap perkembangan yang ada dengan tetap menghormati keputusan keluarga serta informasi resmi dari pihak berwenang.

Sebelumnya, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9) secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Penutupan operasi tersebut diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9) petang.

"Sudah tidak efektif, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," katanya.

Andra memaparkan sepanjang operasi digelar tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.

Pewarta : Tri Meilani Ameliya
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.