Pemerintah Mimika perkuat ekraf berbasis budaya lewat pembinaan sanggar - ANTARA News Papua Tengah

Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dengan memfokuskan pembinaan terhadap 40 sanggar seni dan budaya sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kerajinan lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika Elisabeth Cenawatin di Timika, Selasa, mengatakan kebijakan pada 2026 diarahkan pada penguatan kualitas pengelolaan sanggar melalui pendampingan dan pelatihan manajemen, setelah sebelumnya pemerintah memberikan dukungan permodalan kepada sanggar yang telah memiliki badan hukum.

"Tahun ini kami tidak membangun sanggar lagi karena jumlahnya sudah cukup banyak. Fokus kami sekarang adalah pembinaan, salah satunya melalui pelatihan manajemen pengelolaan sanggar agar semakin profesional," katanya.

Ia menjelaskan seluruh 40 sanggar binaan Disbudparekraf telah memiliki legalitas sehingga dapat menerima program pemberdayaan pemerintah. Pada 2025, masing-masing sanggar memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung pengembangan kegiatan produksi dan kelembagaan.

Menurut Elisabeth, pada tahun ini pemerintah memprioritaskan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan tersebut guna memastikan anggaran digunakan secara produktif dan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di setiap rumah produksi.

Selain melakukan evaluasi penggunaan dana, pemerintah juga memantau perkembangan hasil produksi kerajinan, termasuk pemanfaatan bantuan berupa bahan baku anyaman serta peralatan ukir yang diberikan kepada para perajin.

Hasil pengawasan menunjukkan bantuan pemerintah dimanfaatkan untuk memperkuat sarana produksi dan pemasaran, antara lain melalui pengadaan rak dan meja untuk menampilkan hasil karya serta perlengkapan yang menunjang proses produksi di masing-masing sanggar.

"Kami menekankan agar seluruh rumah produksi tetap aktif. Sanggar tidak boleh berhenti berproduksi karena harus menjadi pusat kegiatan menganyam, mengukir, sekaligus tempat pembelajaran bagi masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan kapasitas produksi kerajinan para perajin binaan terus meningkat sehingga tantangan berikutnya adalah memperluas akses pasar agar produk budaya lokal mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika akan memfasilitasi keikutsertaan para perajin pada festival ekonomi kreatif di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada November 2026 untuk memperkenalkan produk kerajinan khas Mimika kepada pasar yang lebih luas.

Elisabeth menambahkan dukungan pemerintah akan terus diberikan kepada sanggar yang mampu mengelola bantuan secara akuntabel dan menunjukkan perkembangan usaha.

Menurut dia, keberlanjutan pembinaan juga diarahkan untuk mendorong regenerasi perajin melalui pelibatan generasi muda dalam kegiatan mengukir dan menganyam sehingga warisan budaya lokal dapat terus berkembang sekaligus menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.