Pemerintah kucurkan Rp11,9 miliar bangun rumah terdampak abrasi di Batang Hari - ANTARA News Jambi
Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengucurkan dana Rp11,9 miliar untuk pembangunan sebanyak 48 rumah warga yang terdampak abrasi di Kabupaten Batanghari.
“Pembangunan itu mendapat dukungan anggaran Rp11,9 miliar dari APBN dengan total 48 unit rumah untuk keluarga yang terdampak abrasi,” kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jambi Yusra Dwiyani di Muara Bulian, Kamis.
Untuk saat ini, lanjutnya, hanya ada 48 unit rumah yang dibangun dan terkait penambahan akan dikonfirmasi ke pemerintah daerah. Proses pembangunan mulai dilaksanakan pada 16 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Namun pelaksana pembangunan berupaya agar seluruh unit dapat diselesaikan lebih cepat dari target, sehingga warga yang terdampak abrasi bisa segera mendapatkan hunian yang aman dan layak.
“Pembangunan rumah relokasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Batanghari,” ujarnya.
Selain itu pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kendala selama proses pembangunan, termasuk kondisi cuaca.
"Kami usahakan lebih cepat. Jika ada kendala hujan atau lainnya, mitigasi risiko sudah kita lakukan dan sudah kita siapkan," katanya.
Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Batanghari A. Somad di Muara Bulian mengatakan pihaknya telah menerima konfirmasi dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan sebulan yang lalu terkait tambahan pembangunan 48 rumah relokasi pada tahun ini.
Berdasarkan surat keputusan awal kebutuhan rumah relokasi akibat abrasi, kata dia, tercatat sebanyak 72 unit. Dari jumlah tersebut, 30 unit telah selesai dibangun dan masih terdapat kekurangan 42 unit.
Namun setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah warga yang membutuhkan relokasi bertambah, sehingga data yang diajukan awal direvisi kembali, sehingga ditemukan kekurangan 65 unit. Dengan dibangun sebanyak 48 unit, sehingga kekurangan sekitar 17 unit lagi yang proses pengajuan ke balai perumahan.
Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.