◐

Pemantau: Aktivitas gunung Lewotobi Laki-laki di Flores menurun

Pemantau: Aktivitas gunung Lewotobi Laki-laki di Flores menurun

Jumat, 23 Oktober 2026 12:21 WIB

Image Print

Erupsi Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PPG Lewotobi

Kupang (ANTARA) - Pos Pemantau Gunung Lewotobil Laki-laki melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan kecenderungan menurun selama periode 1–15 Oktober 2026, meskipun dinamika fluida dan gas di dalam gunung api masih berlangsung.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman S Boro, dalam laporan diterima di Kupang, Jumat, menjelaskan penurunan aktivitas tersebut terlihat dari berkurangnya sejumlah jenis gempa vulkanik, terutama gempa vulkanik dalam, gempa low frequency, dan gempa harmonik.

Berdasarkan hasil evaluasi kegempaan, gempa vulkanik dalam tercatat 65 kejadian, turun dibandingkan periode sebelumnya yang 92 kejadian. Gempa low frequency juga menurun dari 70 menjadi 44 kejadian, gempa harmonik berkurang dari delapan menjadi dua kejadian, gempa embusan 33 kejadian, sedikit meningkat dibandingkan periode sebelumnya 31 kejadian, sedangkan tremor non-harmonik masih mendominasi aktivitas kegempaan dengan 282 kejadian selama periode pengamatan.

Meski menunjukkan tren penurunan, ia mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas vulkanik belum sepenuhnya berhenti. Hal itu terlihat dari masih terekam gempa yang berkaitan dengan dinamika fluida dan gas di dalam tubuh gunung api.

Berdasarkan hasil pengamatan visual, gunung api terpantau jelas hingga tertutup kabut tebal. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 50–200 meter di atas puncak.

Selama periode 1–15 Oktober 2026, tidak terekam gempa letusan maupun gempa guguran. Kondisi tersebut melanjutkan periode sebelumnya yang juga tidak mencatat kejadian erupsi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat pada 31 Agustus 2026.

Data deformasi hingga 15 Oktober 2026 juga belum menunjukkan indikasi inflasi atau peningkatan tekanan magmatik secara menyeluruh. Alat tiltmeter di Nurabelen relatif stabil, sedangkan data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih memperlihatkan perubahan horizontal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Penurunan sejumlah parameter kegempaan dan belum adanya indikasi peningkatan tekanan magmatik secara konsisten menunjukkan aktivitas vulkanik saat ini relatif stabil. Namun, kondisi tersebut tidak berarti potensi erupsi telah hilang sepenuhnya.

Berdasarkan hasil evaluasi visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada level II atau waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di puncak gunung, terutama ketika terjadi hujan berintensitas tinggi. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote, dan Nurabelen.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aktivitas gunung Lewotobi Laki-laki di Flores menurun

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.