Pelabuhan dan Bandara NTT Retak Usai Gempa, Kemenhub Siapkan Anggaran Perbaikan - Industri Katadata.co.id
Kementerian Perhubungan akan memperbaiki fasilitas pelabuhan dan bandara yang rusak imbas gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu. Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi mengatakan dari 7 pelabuhan yang ada disana, dua terminal pelabuhan mengalami kerusakan.
Kondisi yang sama juga terjadi di bandara NTT. Ada beberapa bagian bandara seperti landasan pacu (runaway), taxi, apron dan terminal mengalami keretakan. Meski begitu, dia menyebut keretakan ini tidak mengganggu operasional bandara.
“Terminal pelabuhan dan bandara yang retak pasti kami perbaiki. Namun yang paling penting sekarang kami membersihkan puing-puing dan mengantisipasi terjadinya gempa susulan,” kata Duddy saat ditemui di kompleks DPR RI, Kamis (20/8).
Dia memastikan bagian pelabuhan dan bandara yang rusak tidak digunakan oleh masyarakat. Pemerintah hanya menggunakan fasilitas yang masih layak dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.
Duddy menyebut anggaran yang digunakan dalam kondisi darurat untuk perbaikan tersebut berasal dari dana yang tersedia saat ini. Dia juga tidak mempermasalahkan dari mana saja sumber anggaran kementerian mana yang dikucurkan untuk penanganan ini.
“Apapun itu yang dipandang baik dan lebih efektif silakan (mana saja). Karena yang paling penting bahwa anggaran itu bisa sampai ke masyarakat manfaatnya,” ujarnya.
Dia menyampaikan dalam bencana gempa bumi di NTT, Kementerian Perhubungan tidak bertanggung jawab atas distribusi bantuan. Kendati demikian, Kemenhub menyediakan armada pesawat fix wing atau baling-baling serta helikopter untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami menyarankan jika jalur darat agak sulit diakses, maka bantuan bisa diberikan melalui jalur laut karena NTT kan kepulauan. Jadi bantuan bisa tersalur dengan mengelilingi pulau untuk menjangkau wilayah-wilayah yang tidak bisa ditembus melalui jalan darat,” ucapnya.
Anggaran dari Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah menganggarkan hingga Rp 5 triliun untuk kebutuhan tanggap bencana. Menurut Purbaya, anggaran tersebut masuk ke dalam pos BNPB.
“Kalau itu (anggaran tanggap bencana) BNPB, kami sediakan cukup banyak. Harusnya sih kami bisa sediakan sampai Rp 5 triliun, ya, tapi kita akan tunggu permintaan dari BNPB seperti apa,” kata Purbaya dalam keterangannya, di NTT, pada Rabu (19/8)..
Di sisi lain, Purbaya meminta anak buahnya di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Daerah Kemenkeu untuk memantau penanganan bencana tersebut. Purbaya juga memastikan pemerintah pusat akan menyiapkan anggaran untuk penanganan daerah terdampak bencana alam tersebut.
“Kami di pusat monitor terus keadaannya dan akan menyiapkan anggaran sesuai dengan yang dibutuhkan tentunya dengan persetujuan Bapak Presiden dan menunggu petunjuk Bapak Presiden,” kata Purbaya.
Selain itu, Purbaya juga menyampaikan kepada kepala daerah untuk menggunakan terlebih dahulu anggaran yang ada. Jika nanti terdapat kebutuhan lain, kepala daerah dapat melapor kepada menteri keuangan.
Pemerintah Provinsi NTT melaporkan dana bantuan bencana yang masuk dan dikelola untuk penanganan tanggap darurat gempa bumi mencapai Rp 4,36 miliar hingga Selasa (18/8).
“Saya bilang ke Pak Bupati pakai dulu itu. Nanti kalau kurang, lapor ke kami, nanti kami lapor ke Bapak Presiden, nanti Pak Presiden pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana,” kata Purbaya.