Bulog Medan salurkan bantuan pangan kepada 20.433 penerima manfaat - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Medan, Sumatera Utara, menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 20.433 keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah kerjanya sebagai upaya meringankan beban pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah.
Kepala Bulog Cabang Medan Lutfillah Barus di Medan, Kamis, mengatakan penyaluran kepada 20.433 KPM tersebut telah mencapai 612,99 ton beras.
"Penyaluran bantuan pangan sudah dilakukan di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Tebing Tinggi. Pekan depan dijadwalkan penyaluran di wilayah kerja lainnya," ujarnya.
Ia mengatakan setiap penerima mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras kualitas medium untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan program bantuan pangan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang merata sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
"Bantuan pangan itu untuk meringankan beban pengeluaran keluarga berpendapatan rendah, menjaga daya beli masyarakat, serta mengendalikan gejolak harga dan inflasi pangan," katanya.
Lutfillah menyebut penerima bantuan pangan beras di wilayah kerja Bulog Cabang Medan tersebar di enam daerah, yakni Kota Medan sebanyak 203.238 KPM, Kabupaten Deli Serdang 175.052 KPM, Kabupaten Langkat 171.519 KPM, Kabupaten Serdang Bedagai 94.840 KPM, Kota Binjai 33.920 KPM, dan Kota Tebing Tinggi 23.929 KPM.
Dengan demikian, ia mengatakan, total penerima bantuan pangan berupa beras pada saat ini mencapai 702.498 KPM.
"Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahap pertama yang mencapai 712.072 KPM," ucapnya.
Ia mengatakan perubahan jumlah penerima tersebut mengacu pada kebijakan pemerintah pusat melalui pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dilakukan pemerintah pusat.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.