Pecah, Transaksi KKI 2026 Naik 46 Persen ke Rp144,2 Miliar

Aida menilai capaian tersebut menunjukkan adanya daya saing produk UMKM di tengah kondisi ekonomi global yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyoroti kondisi geopolitik global yang menjadi salah satu tantangan bagi perekonomian sepanjang 2026.

"Business matching ekspor ini mencapai Rp169,9 miliar. Memang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi Bapak, Ibu, kondisi globalnya sangat jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Tahun ini kita punya geopolitik yang sangat susah. Tapi intinya dengan angka yang terjaga tersebut, UMKM Indonesia ini berdaya saing," ujarnya.

Selain transaksi penjualan langsung, KKI 2026 juga mencatat kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra bisnis dari luar negeri. Aida menyebut nilai business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar. Kegiatan tersebut melibatkan 16 negara dan 192 UMKM.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengembangan UMKM dalam KKI tidak hanya diarahkan pada peningkatan penjualan di dalam negeri, tetapi juga membuka akses terhadap pasar ekspor.

Di sisi lain, akses pembiayaan juga menjadi bagian dari kegiatan KKI 2026. Nilai business matching pembiayaan tercatat mencapai Rp285 miliar. "Untuk business matching pembiayaan, ini mencapai Rp285 miliar. Naik 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir," kata Aida.

Dengan demikian, terdapat tiga capaian utama yang disoroti BI dalam KKI 2026, yakni penjualan sebesar Rp144,2 miliar, business matching ekspor Rp169,9 miliar, dan business matching pembiayaan Rp285 miliar.

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.850 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir 600 UMKM hadir secara fisik dalam penyelenggaraan KKI. Produk yang ditampilkan mencakup berbagai sektor, mulai dari wastra, pakaian jadi, makanan dan minuman, hingga produk home decor.

Aida mengatakan peserta KKI tidak hanya berasal dari pelaku usaha yang sudah berkembang, tetapi juga melibatkan pelaku usaha muda yang baru masuk dalam ekosistem KKI. "Pada KKI 2026 ini, ada lebih dari 1.850 UMKM. Yang hadir secara fisik sekarang ini hampir 600 UMKM," ujarnya.

Keterlibatan pelaku usaha dari berbagai daerah juga menjadi bagian dari strategi BI untuk memperluas akses UMKM terhadap pasar. Dalam penyelenggaraan tahun ini, BI mencatat keterlibatan 27 kementerian dan lembaga, 34 asosiasi, mitra industri, perbankan, akademisi, pemerintah daerah, serta berbagai pihak lainnya.

Jaringan BI di daerah juga dilibatkan dalam pengembangan UMKM. Aida menyebut BI memiliki 46 kantor perwakilan di dalam negeri dan lima kantor perwakilan di luar negeri yang turut mendukung pengembangan UMKM.

KKI 2026 juga membawa sejumlah pembaruan dalam pengembangan ekosistem UMKM. Salah satunya adalah masuknya lebih banyak local brand yang dikembangkan oleh pelaku usaha muda.

Aida mengatakan inovasi tersebut menjadi salah satu hal baru dalam penyelenggaraan KKI tahun ini. Produk dari pelaku usaha muda yang sebelumnya lebih banyak dikenal melalui berbagai ajang industri kreatif kini mulai masuk dalam ekosistem KKI. "Hasilnya sudah mencapai Rp1,5 miliar," kata Aida.

Menurut Aida, penguatan local brand tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas basis UMKM, terutama dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan produk lokal.

Selain itu, KKI 2026 juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha melalui sejumlah kategori. Aida menyebut terdapat 10 juara Cangkir Barista dan delapan juara Citra Nusa. Setelah mencatat peningkatan transaksi pada 2026, BI memastikan KKI akan kembali digelar pada 2027.

Aida mengatakan penyelenggaraan KKI pada tahun depan diarahkan untuk mendorong UMKM agar semakin tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Namun, peningkatan kapasitas UMKM dinilai tidak dapat hanya mengandalkan pelaku usaha itu sendiri.

"Untuk apa? Supaya UMKM kita Tumbuh, Tangguh, dan Berdaya Saing (TTB). Tapi UMKM ini perlu satu ekosistem supaya tadi bisa TTB," kata Aida.

Karena itu, penguatan ekosistem menjadi salah satu fokus yang akan terus didorong. Ekosistem tersebut mencakup akses pasar, pembiayaan, kolaborasi lintas lembaga, pengembangan produk, hingga akses terhadap pasar ekspor.

Aida juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan penggunaan produk UMKM dalam negeri. "Pesan dari Ibu Pejabat Gubernur Senior, Bu Destry: Cintai, Bangga, dan Pakai produk UMKM Indonesia," ujarnya.

Menurut Aida, keberlanjutan pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dari konsumen, pemerintah, lembaga keuangan, industri, hingga mitra strategis lainnya.

KKI 2026 sendiri ditutup setelah berlangsung selama empat hari. Meski acara resmi berakhir, sejumlah UMKM masih membuka kanal penjualan secara offline maupun online sehingga transaksi dengan masyarakat dan calon pembeli masih dapat berlanjut.

Aida mengatakan BI juga memberikan perhatian kepada UMKM yang berasal dari sejumlah daerah yang terdampak bencana. Ia menyebut terdapat UMKM dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ikut dalam KKI 2026.

"Kemudian juga sekarang ini kita punya UMKM dari NTT, kemudian juga dari Kalimantan, dan dari NTB yang kemarin baru saja mendapatkan bencana kebakaran juga," kata Aida.

Dengan capaian transaksi, ekspor, dan pembiayaan tersebut, BI menjadikan KKI bukan hanya sebagai ajang promosi produk lokal, tetapi juga sebagai salah satu kanal untuk mempertemukan UMKM dengan pasar dan sumber pembiayaan.

KKI 2027 pun akan kembali diarahkan untuk memperkuat ekosistem tersebut agar UMKM tidak berhenti pada peningkatan penjualan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tumbuh dan masuk ke pasar yang lebih luas.