Disdikbud Singkawang berlakukan pembelajaran daring dampak kabut asap - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memberlakukan pembelajaran secara daring bagi peserta didik pada seluruh jenjang pendidikan mulai Senin (24/8), menyusul kondisi udara yang semakin memburuk akibat kabut asap.
Kebijakan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD, SMP, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga lembaga kursus di Kota Singkawang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang Asmadi mengatakan, pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara hingga kondisi udara dinyatakan membaik dan lebih aman bagi warga sekolah.
“Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penanggulangan bencana daerah tanggal 22 Agustus 2026 dan kondisi udara yang semakin memburuk akibat asap dari kebakaran hutan, baik di wilayah Singkawang maupun wilayah sekitar, yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga sekolah, maka pembelajaran tatap muka mulai Senin (24/8) ditiadakan sampai kondisi udara membaik,” kata Asmadi di Singkawang, Minggu.
Ia mengatakan pembelajaran selama masa penghentian tatap muka tetap dilaksanakan dari rumah secara daring tanpa mengurangi jam efektif dan materi pembelajaran yang harus diterima peserta didik.
Guru diminta memastikan proses pembelajaran daring berjalan optimal serta memantau keikutsertaan peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung.
“Guru memastikan dan mengoptimalkan pembelajaran daring dengan mewajibkan siswa mengaktifkan kamera pada saat pembelajaran daring,” ujarnya.
Sementara itu, kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa di sekolah.
Asmadi meminta seluruh warga sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap sekaligus potensi kebakaran di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Ia mengingatkan sekolah untuk melakukan langkah pencegahan kebakaran, termasuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan serta memperhatikan kesiapsiagaan sarana pengendalian kebakaran, terutama bagi sekolah yang berada di kawasan dengan lahan gambut.
“Warga sekolah juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” katanya.
Selain itu, warga sekolah diminta menggunakan masker secara maksimal ketika harus beraktivitas di luar rumah maupun di luar ruangan sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.
Asmadi mengatakan kebijakan pembelajaran daring tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara. Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinilai membaik dan aman bagi peserta didik serta warga sekolah.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik selama kondisi kabut asap masih menyelimuti Kota Singkawang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disdikbud Singkawang berlakukan pembelajaran daring dampak kabut asap
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.