Password Sudah Tak Cukup, Ini Cara Baru Melindungi Akun Digital
Laporan berbagai perusahaan keamanan siber menunjukkan pelaku kejahatan digital tidak selalu meretas sistem yang rumit. Dalam banyak kasus, mereka memanfaatkan password yang bocor, lemah, atau diperoleh melalui penipuan untuk mengambil alih akun.
Dikutip dari situs resmi Microsoft, Selasa (21/7/2026), sebagian besar serangan terhadap akun berawal dari kredensial yang dicuri atau password yang lemah. Password yang mudah ditebak juga meningkatkan risiko akun diambil alih oleh pelaku kejahatan siber.
Sementara itu, Google mendorong pengguna beralih ke metode autentikasi yang lebih aman. Kebijakan ini dinilai penting karena password semakin rentan terhadap phishing dan kebocoran data.
Karena password memiliki banyak celah, perusahaan teknologi kini mendorong penggunaan autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA). Fitur ini menambahkan proses verifikasi kedua setelah pengguna memasukkan password.
Verifikasi tambahan tersebut bisa berupa kode OTP, aplikasi autentikator, hingga kunci keamanan fisik. Dengan begitu, meski password diketahui orang lain, akun tetap lebih sulit diakses tanpa faktor verifikasi kedua.
Meski begitu, pakar keamanan siber mengingatkan bahwa OTP melalui SMS masih bisa menjadi sasaran serangan, seperti rekayasa sosial atau pengambilalihan nomor telepon. Karena itu, aplikasi autentikator umumnya dinilai lebih aman dibanding SMS.
Selain 2FA, perusahaan seperti Apple, Google dan Microsoft mulai mengadopsi teknologi passkey. Berbeda dengan password, passkey membuat pengguna dapat masuk ke akun menggunakan sidik jari, pemindai wajah, atau PIN perangkat.
Dikutip dari The Verge, passkey dikembangkan berdasarkan standar dari FIDO Alliance dan dirancang agar lebih tahan terhadap serangan phishing. Pengguna juga tidak lagi perlu mengetik password yang berisiko dicuri melalui situs palsu.
Teknologi ini mulai tersedia di berbagai layanan populer. Dengan begitu, proses masuk ke akun menjadi lebih cepat sekaligus lebih aman.
Meski teknologi keamanan terus berkembang, kebiasaan pengguna tetap menjadi faktor terpenting. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Gunakan password yang panjang dan unik untuk setiap akun.
- Aktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia.
- Gunakan aplikasi pengelola password (password manager) agar tidak perlu mengingat banyak kata sandi.
- Beralih ke passkey pada layanan yang sudah mendukung.
- Jangan pernah membagikan kode OTP atau kode verifikasi kepada siapa pun.
Pada akhirnya, password belum benar-benar ditinggalkan. Namun, menggabungkan password yang kuat dengan 2FA atau passkey menjadi cara yang lebih efektif untuk melindungi akun digital dari ancaman siber yang terus berkembang.