◐

Pasar murah jadi instrumen jaga daya beli warga - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Wakil Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Bahasan mengatakan bahwa pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah kota untuk menjaga daya beli masyarakat dan membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat.

“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup luar biasa. Pasar murah ini memang kita hadirkan untuk membantu meringankan masyarakat terutama keluarga menengah ke bawah sehingga daya beli meningkat ,” ujarnya di Kantor Camat Pontianak Barat, Senin.

Bahasan menjelaskan, sejumlah komoditas pangan belakangan mengalami pergerakan harga. Kondisi cuaca, El Nino, kabut asap hingga persoalan distribusi menjadi faktor yang perlu terus diantisipasi pemerintah.

“Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Karena itu kita harus siaga, bagaimana menekan harga-harga bahan pokok yang ada di Kota Pontianak,” katanya.

Ia menambahkan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan menjelang November 2026 terutama apabila terjadi tekanan terhadap distribusi maupun ketersediaan bahan bakar yang dapat berpengaruh terhadap ongkos angkut dan harga barang. Akan tetapi, pasar murah bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemkot Pontianak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan cadangan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.

“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan,” jelasnya.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, Bahasan menyebut terdapat program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang menjangkau puluhan ribu penerima.

“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” katanya.

Ia menilai kombinasi antara pasar murah, bantuan pangan, dan pengendalian distribusi penting dilakukan secara berkelanjutan agar gejolak harga tidak terlalu membebani masyarakat.

“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Bahasan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan.

“Kalau pasokan terjaga dan distribusi lancar, harga juga lebih mudah kita kendalikan. Ini yang akan terus kita lakukan,” pungkasnya.

Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.