Paredes Bodo Amat dengan Kritik dan Hujatan di Piala Dunia 2026
Buenos Aires -
Leandro Paredes 'bodo amat' dengan kritik dan hujatan kepadanya di Piala Dunia 2026. Ia menegaskan tak pernah mendengar komentar orang lain sepanjang ajang tersebut.
Paredes gagal membawa Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia. Tim Tango kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, AS pada Senin (20/7) dini hari WIB. Ferran Torres cetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu.
Penampilan Paredes di laga final juga banjir kritikan. Gelandang Boca Juniors ini tampil begitu keras sepanjang laga. Namun, ia masih terhindar dari kartu merah. Padahal, Paredes beberapa kali melakukan pelanggaran berbahaya usai dapat kartu kuning di menit ke-52.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paredes bahkan terlibat keributan usai laga tuntas dengan Eric Garcia dan Gavi. Ia tampak mencekik Garcia. Gavi yang berusaha merelai malah dibanting oleh Paredes.
Pemain 32 tahun ini bahkan masih tak mendapat kartu merah akibat tindak kekerasannya usai laga. Hal ini kembali memunculkan anggapan bahwa wasit berpihak ke Argentina di Piala Dunia 2026. Anggapan ini mulai santer berhembus sejak Albiceleste mengalahkan Mesir di 16 besar.
Paredes mengaku tak peduli dengan kritikan untuknya dan anggapan bahwa Argentina dibantu wasit. Ia menegaskan sama sekali tak ingin mendengarkan komentar-komentar buruk selama Piala Dunia.
Mantan pemain AS Roma hanya fokus untuk tampil bersama Argentina. Menurutnya, Argentina sudah menunjukkan performa terbaik di Piala Dunia 2026.
"Jika saya mendengarkan semua yang ada di luar sana, saya pasti sudah gila. Semua yang dikatakan sebelum, selama, dan setelah Piala Dunia... Kami menjalani Piala Dunia dengan hebat," ujar Paredes dikutip dari ESPN.
Meski begitu, hal itu tak cukup untuk mengalahkan Spanyol. Paredes mengakui Spanyol lebih baik di final hingga layak juara.
"Spanyol lebih unggul dari kami di final. Mereka sangat layak jadi pemenang dan yang tersisa untuk kami hanyalah menghargai apa yang telah kami capai selama delapan tahun ini. Itu adalah siklus yang spektakuler, suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari ini," jelas Paredes.
(pur/yna)