Pakar UI berikan solusi kesehatan mental korban kapal tenggelam - ANTARA News Megapolitan
Depok (ANTARA) - Ketua Klaster Mental Health and Psychiatric Nursing dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Herni Susanti memberikan solusi berkelanjutan bagi kesehatan mental korban musibah kapal tenggelam dan keluarga yang ditinggalkan.
Prof. Santi di Kampus UI Depok, Selasa, memperkenalkan pendekatan Low Intensity Psychological Intervention (LIPI) sebagai strategi pemulihan psikososial berbasis komunitas.
Kajian Prof. Santi berangkat dari latar belakang dimana musibah kapal tenggelam sering kali menimbulkan luka psikologis mendalam bagi penyintas maupun keluarga yang kehilangan anggota tercinta.
Pada fase awal pertolongan pertama psikologis (psychological first aid) menjadi prioritas untuk menenangkan, memastikan keselamatan, dan membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar.
Namun setelah beberapa waktu berlalu, kata dia, banyak korban mulai mengalami gejala menetap seperti sulit tidur, cemas berlebih, kesedihan berkepanjangan, hingga mengalami kendala beraktivitas normal seperti sedia kala.
Oleh karenanya LIPI dihadirkan sebagai intervensi yang dirancang untuk membantu individu dengan gejala depresi dan kecemasan tingkat ringan hingga sedang tanpa menuntut sesi terapi intensif maupun akses langsung ke tenaga spesialis.
Pendekatan ini memanfaatkan sesi terstruktur yang mencakup psikoedukasi, latihan coping strategies, dan aktivasi perilaku positif sehari-hari. Intervensi ini dapat diberikan oleh tenaga kesehatan terlatih di komunitas, seperti kader atau perawat puskesmas, sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.
Prof. Santi menegaskan bahwa LIPI bukan ditujukan untuk fase akut, melainkan efektif digunakan ketika gejala psikologis mulai menetap.
“Intervensi ini menyasar pada pemulihan jangka menengah, ketika korban maupun keluarga mulai merasakan dampak psikologis yang berlarut," katanya.
LIPI memungkinkan dukungan berkelanjutan yang bisa dilakukan di tingkat komunitas, sehingga akses pemulihan lebih luas dan tidak bergantung pada tenaga spesialis. Dengan cara ini, pemulihan mental menjadi lebih inklusif menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Program LIPI bukanlah pendekatan sembarangan, melainkan hasil pengembangan riset selama empat tahun kolaborasi antara UI, University of Manchester (Inggris), serta berbagai pemangku kepentingan lokal.
Uji coba di 12 situs di Pulau Jawa pada tahun 2025 berhasil melibatkan lebih dari 1.500 pasien dengan tingkat partisipasi yang sangat tinggi, menunjukkan efektivitas sekaligus penerimaan masyarakat terhadap intervensi ini.
Bagi keluarga korban yang masih menghadapi ketidakpastian atas anggota keluarga yang hilang, LIPI dapat diadaptasi menjadi program dukungan kelompok (group support) untuk mengelola rasa cemas, ketidakpastian, dan kesedihan mendalam.
Dengan pendekatan ini LIPI terbukti bukan sekadar intervensi psikologis biasa, melainkan bagian dari strategi kesehatan mental berbasis komunitas yang berkelanjutan, peka budaya, dan berdampak nyata.
Hadirnya metode intervensi LIPI ini memperkuat peran UI sebagai kampus terbaik di Tanah Air yang peduli dan mengayomi isu kemanusiaan dan kesehatan mental dengan menghadirkan solusi berkelanjutan yang relevan dan aplikatif di masyarakat.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.